Tag: Terorisme

Menko Polhukam: Pemerintah Masih Kaji Pembebasan Abu Bakar Baasyir

Menko Polhukam: Pemerintah Masih Kaji Pembebasan Abu Bakar Baasyir

HUKUM, TERKINI
Jakarta, BERSIH.ID -- Menteri Koordinator bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Wiranto menegaskan, pemerintah masih melakukan kajian secara lebih mendalam dan komprehensif terkait permintaan pembebasan narapidana kasus terorisme, Abu Bakar Ba’asyir. Ia menyebutkan, sejak tahun 2017, keluarga Abu Bakar Ba’asyir telah mengajukan permintaan pembebasan karena pertimbangan lanjut usia dan kesehatan yang semakin menurun. Dan, atas dasar pertimbangan kemanusiaan, Presiden sangat memahami permintaan keluarga tersebut. “Namun tentunya masih perlu dipertimbangan dari aspek-aspek lainnya seperti aspek Ideologi Pancasila, NKRI, hukum dan lain sebagainya,” kata Wiranto dalam keterangan pada media di kantor Kemenko Polhukam, Jakarta, Senin (21/1) sore. Oleh karena itu, lanju
Debat Capres, BNPT Beri Masukan untuk Jokowi Terkait Penanganan Terorisme

Debat Capres, BNPT Beri Masukan untuk Jokowi Terkait Penanganan Terorisme

HUKUM, NASIONAL, POLITIK, TERKINI
Jakarta, INDONEWS.ID -- Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Komjen Pol Suhardi Alius mengatakan telah memberikan masukan kepada Joko Widodo terkait penanganan terorisme sebagai materi debat capres pertama yang berlangsung Kamis malam. "Kita sudah beri masukan apa yang kita kerjakan selama ini," kata Suhardi di sela-sela Rapat Kerja dan Penandatanganan Perjanjian Kinerja BNPT Tahun 2019, di Jakarta, Kamis. Menurut dia, salah satu masukan yang diberikan adalah upaya penanggulangan terorisme melalui soft approach atau pendekatan secara halus seperti deradikalisasi dan pendidikan mengingat metode pendekatan ini diapresiasi dunia internasional. "Bahkan kita menjadi role model, Indonesia menjadi role model pasca Presiden Jokowi menjadi pembicara di Riyadh di Arab I
Para Santri Dituntut Kembangkan Wawasan Islam Moderat

Para Santri Dituntut Kembangkan Wawasan Islam Moderat

SOSIAL, TERKINI
Jakarta, Bersih.id -- Di era milinenial ini pendidikan yang diajarkan pada para santri bukan hanya sekadar kewajiban untuk menguatkan aqidah, ibadah ataupun kewajiban untuk memperkokoh ahklak semata. Tetapi para santri juga sudah dituntut untuk dapat mengembangkan ilmu pengetahuan umum dan wawasan kebangsaan dalam upaya untuk menjaga persatuan dan melindungi Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dari ancaman radikalisme dan terorisme Dengan memperdalam ilmu pengetahuan umum dan wawasan kebangsaan, maka para santri  juga harus bisa menjalankan kewajiban-kewajiban bagaimana untuk bisa ikut mensejahterakan bangsa ini secara utuh. Sehingga masyarakat Indonesia  nantinya bisa hidup bersama dan damai. “Disinilah kematangan yang harus bisa dicapai oleh para santri, mulai dari kemata
Menhan Ajak Negara Asia-Eropa Kerjasama Hadapi Ancaman Terorisme

Menhan Ajak Negara Asia-Eropa Kerjasama Hadapi Ancaman Terorisme

NASIONAL
JAKARTA (bersih.id) --- Dalam kesempatan menghadiri Asia-Europe Counter Terrorism Dialogue yang berlangsung di Berlin, Jerman, 17/10/2018, Menhan RI Ryamizard Ryacudu mengajak negara-negara di Asia dan Eropa untuk bekerjasama dalam menangani ancaman terorisme. Dialog tersebut sebagai bentuk peningkatan efektivitas kerja sama antar negara Asia dan Eropa dalam menghadapi ancaman terorisme. Siaran pers yang diterima redaksi bersih.id dari Kementerian Pertahanan dan Keamanan menguraikan, dalam pertemuan yang merupakan rangkaian forum dialog bersama European External Action Service (EEAS), Menhan menyampaikan gagasannya tentang “Masa Depan Kontra Terorisme: Pergeseran dari Kerjasama menjadi Kolaborasi”. Dalam penanganan terorisme, Menhan RI menekankan bahwa negara harus mengambil inis
Kepala BNPT Minta Pengurus Agama Islam Pahami Bahaya Radikalisme-Terorisme

Kepala BNPT Minta Pengurus Agama Islam Pahami Bahaya Radikalisme-Terorisme

BUDAYA, POLITIK, TERKINI
Jakarta, Bersih. Id - Para pengurus Badan Pembina Kerohanian Islam yang ada baik di seluruh kantor pemerintah baik di kementerian/non kementerian, TNI-Polri, BUMN dan bahkan seluruh instansi swasta harus memiliki pemahaman yang utuh tentang ancaman bahaya radikalisme negatif yang berujung pada aksi terorisme yang pernah terjadi di Indonesia. Hal ini tidak terlerpas dari  masih banyaknya ketidaktahuan  dari masyarakat Indonesia yang masih beranggapan bahwa rentetan  aksi terorisme yang terjadi di Indonesia adalah rekayasa dari para elite politik ataupun rekayasa dari aparat TNI Polri. Hal ini dikatakan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT), Komjen Pol. Drs. Suhardi Alius,MH, saat menjadi narasumber mengenai ancaman bahaya radikal terorisme di acara Silaturahmi Nasional