Tag: Stanislaus Riyanta

Tolak Pancasila, Ba’asyir Berpotensi Menjadi Ancaman Radikalisme dan Terorisme

Tolak Pancasila, Ba’asyir Berpotensi Menjadi Ancaman Radikalisme dan Terorisme

HUKUM, TERKINI
Jakarta, BERSIH.ID --  Pemerintah mengambil langkah yang mengejutkan dengan membebaskan Abu Bakar Ba'asyir. Walaupun dengan pertimbangan kemanusiaan seperti usia lanjut dan alasan kesehatan namun pembebasan tanpa syarat ini menjadi pertanyaan penting, mengingat Basyir belum saatnya bebas murni. Jika mengambil hak bebas bersyarat, Basyir tidak mau memenuhi salah satu syaratnya, yaitu taat pada Pancasila. Ba'asyir dikabarkan menolak pembebasan bersyarat karena diwajibkan untuk menandatangi pernyataan taat pada Pancasila dan tidak mengulangi tindak pidananya. Berdasarkan Pasal 84 Permenkumham 3/2018, syarat ini diwajibkan untuk narapidana terorisme. Pengamat terorisme Stanislaus Riyanta mengatakan, keputusan pemerintah untuk membebaskan Ba'asyir tanpa syarat sangat aneh, mengingat B
Prediksi Situasi Politik dan Keamanan Tahun 2019

Prediksi Situasi Politik dan Keamanan Tahun 2019

NASIONAL, POLITIK, TERKINI
Oleh: Stanislaus Riyanta*) Jakarta, BERSIH.ID -- Situasi politik yang berkorelasi kuat dengan kondisi keamanan adalah salah satu parameter yang menjadi perhatian serius masyarakat dan para pemangku kepentingan di Indonesia. Analisis atas situasi politik dan keamanan menjadi sangat penting sehingga dapat diketahui prediksi situasi yang akan terjadi dan strategi antisipasi jika diperkirakan situasi yang terjadi tidak sesuai harapan. Tahun 2019 Indonesia akan menyelenggarakan Pemilihan Umum yang tahapannya sudah dimulai pada akhir tahun 2018. Situasi politik yang terjadi sudah cukup panas, yang secara umum membelah masyarakat menjadi dua kubu sesuai dengan aliran politik koalisi pengusung capres-cawapres. Polarisasi masyarakat berdasarkan platform politik tidak bisa dihindari, mengi...
Densus 88 Anti Teror Sangat Diperlukan Di Indonesia

Densus 88 Anti Teror Sangat Diperlukan Di Indonesia

HUKUM, NASIONAL, POLITIK, TERKINI
Jakarta, BERSIH.ID -- Indonesia belum bisa bebas dari ancaman aksi teror. Keberadaan kelompok radikal yang menggunakan cara-cara kekerasan (teror) untuk memaksakan tujuannya di Indonesia masih signifikan. Keberadaan sel tidur di Indonesia yang jumlahnya tidak sedikit juga cukup mengkhawatirkan. Kapolri Tito Karnavian dalam Middle East Special Operations Commanders Conference (MESOC) menyebutkan bahwa terdapat 2.000 orang militan alumni Afghanistan dan Filipina di Indonesia. Sementara pakar terorisme Bruce Hoffman mengatakan bahwa terdapat kira-kira 3.000 orang anggota Al-Qaeda di Indonesia. Hal ini belum termasuk pendukung, simpatisan dan pengikut ISIS.  Sel-sel tidur tersebut untuk sementara waktu hidup biasa di tengah masyarakat, mereka akan bergerak jika ada pemicu dan momentu
Drama Ratna Sarumpaet Ancam Elektabilitas Prabowo-Sandi

Drama Ratna Sarumpaet Ancam Elektabilitas Prabowo-Sandi

NASIONAL, TERKINI
Jakarta, Bersih.id- Dalam beberapa hari ini pemberitaan di media massa dan konten media sosial ramai oleh dugaan kasus penganiayaan aktivis Ratna Sarumpaet. Tokoh yang sekaligus bagian dari Tim Kampanye pasangan capres-cawapres Prabowo Subianto-Sandiaga Uno tersebut, mendapat pembelaan yang sangat berapi-api dari beberapa tokoh politik kelompok oposisi. Namun publik banyak yang melihat kejanggalan pada kasus Ratna Sarumpaet. Sebagai aktivis yang terkenal pemberani, sangat aneh ketika terjadi penganiyaan dan lebih dari 10 hari peristiwa Ratna Sarumpaet tidak melakukan pengaduan kepada polisi. Ratna Sarumpaet yang terkenal sangat vokal dan kritis justru diam atas kasusnya. Hal inilah yang membuat publik termasuk Polri mencari tahu fakta-fakta yang sebenarnya terjadi. Ratna Sarumpae...
Rupiah Melemah, Pemerintah Perlu Ambil Langkah Strategis

Rupiah Melemah, Pemerintah Perlu Ambil Langkah Strategis

EKONOMI
Bersih.id - Melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika yang mendekati Rp. 15.000/US Dolar menjadi perhatian serius pemerintah dan masyarakat. Banyak pihak menghubungkan nilai ini dengan nilai pada tahun 1998 untuk membawa pemahaman bahwa situasi 2018 mendekati dengan situasi 1998. Pemahaman ini dipropagandakan dengan tujuan masyarakat menilai bahwa negara dalam situasi krisis seperti situasi 1998. “Menilai stabilitas negara hanya dari sisi nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika tanpa melihat faktor lain menunjukkan pemahaman yang sangat sempit dan cenderung sebagai narasi pesimistis untuk mendiskreditkan pemerintah,  padahal data dan fakta yang ada menunjukkan bahwa situasi ekonomi saat ini lebih baik daripada 1998,” ujar Stanislaus Riyanta, mahasiswa Doktoral bidang Kebija
Narasi #2019GantiPresiden Bertujuan Agar Terjadi Chaos

Narasi #2019GantiPresiden Bertujuan Agar Terjadi Chaos

NASIONAL, POLITIK
Bersih.id - Narasi yang dikeluarkan oleh gerakan #2019GantiPresiden memiliki agenda terselubung yaitu agar terjadi situasi chaos. Dengan demikian kelompok ini memiliki alasan untuk menjatuhkan Jokowi sebelum Pilpres 2019. “Pihak berwajib harus segera mencari penggerak gerakan #2019GantiPresiden karena apabila orang tersebut adalah salah satu caleg, timses capres dan cawapres, atau politikus yang berkaitan dengan Pemilu 2019, maka mereka harus segera ditangkap dan dicoret karena ini berarti mereka sudah melakukan kampanye terselubung sebelum waktu kampanye diberikan,” ujar Direktur Eksekutif Indonesian Publik Institute (IPI) Karyono Wibowo dalam sebuah diskusi di Jakarta, akhir pekan lalu. Sementara itu, pengamat intelijen Stanislaus Riyanta mengatakan, ada dua hal yang perlu diulas d