Tag: President University

Hikam: Golput Tunjukkan Sikap Kekenesan dan Merasa Penting Sendiri

Hikam: Golput Tunjukkan Sikap Kekenesan dan Merasa Penting Sendiri

NASIONAL, POLITIK, TERKINI
Jakarta, BERSIH.ID -- Golput alias tidak memilih dalam pemilu merupakan pilihan dan hak politik, apalagi jika didasari pemikiran dan kesadaran pribadi, warga negara. Ia juga bukan sebuah kegiatan pelanggaran hukum negara. Namun jika diletakkan pada konteks upaya memerkuat demokrasi di Indonesia sekarang, Golput bukanlah sebuah sikap politik kewarganegaraan yang bertanggung jawab. “Golput bukan cerminan dari adanya dukungan warga negara terhadap demokrasi partisipatif (participatory democracy), tapi lebih menunjukkan kekenesan politik dan sikap merasa penting alias ‘self-aggrandizement’,” ujar pengamat politik dari President University, Muhammad AS Hikam, dalam siaran pers kepada Indonews.id, di Jakarta, Sabtu (26/1/2019). Hikam mengatakan, apalagi kalau Golput tersebut dijadikan
Balada  Seorang Gubernur Terpidana (Untuk Ahok)

Balada  Seorang Gubernur Terpidana (Untuk Ahok)

BUDAYA, TERKINI
Oleh: Muhammad AS Hikam I Mendung jelaga menutup matahari  Jakarta Teriakan para demonstran baku bicara Tenggelamkan suara Majelis Hakim lewat pengeras suara Satu demi satu terbata-bata Membacakan vonis bagi sang terdakwa:   "Pertimbangan tuntutan Jaksa tak ada relevansinya Pembelaan pengacara tak kuat argumennya Pleidoi terdakwa tak jelas juntrungannya Maka atas nama hukum & Tuhan Yang Maha Esa Anda dinyatakan bersalah dan langsung masuk penjara!"   Palu Hakim Ketua diketok sudah Dewi Keadilan sangsai dan lelah (Di luar, para demonstran kian membuncah Udara pengap, debu, dan asap campur amarah Menyambut vonis Hakim tak bermarwah)   Tetapi sang terdakwa bergeming Tak ada kesedihan, senyumnya tersungging
AS Hikam: Kualitas Demokrasi Harus Jadi Isu Utama Debat Pilpres

AS Hikam: Kualitas Demokrasi Harus Jadi Isu Utama Debat Pilpres

NASIONAL, POLITIK, TERKINI
Jakarta, BERSIH.ID -- Pengamat politik President University Muhammad AS Hikam mengatakan bahwa debat pemilihan presiden (Pilpres) harus menjadi agenda penyelesaian masalah di negeri ini. Karena itu, debat harus berisi hal subtansial yang menawarkan visi misi para calon presiden lima tahun mendatang. “Debat capres dan cawapres, sudah seharusnya berkaitan dengan substansi paltform, program, dan agenda kerja dari masing-masing pasangan. Khususnya platform yang terkait dengan penyelesaian masalah ekonomi seperti ketimpangan, kemiskinan, pengangguran, dan kesenjangan wilayah, sangat perlu diadu oleh kedua paslon supaya rakyat bisa menilai dan menentukan pilihan," ujar AS Hikam seperti dikutip TIMES Indonesia di Jakarta, Rabu (2/1/2019). Masalah kualitas kehidupan demokrasi juga perlu
Godaan Kembali ke Sistem Otoriter di Indonesia Makin Besar

Godaan Kembali ke Sistem Otoriter di Indonesia Makin Besar

NASIONAL, POLITIK, TERKINI
Jakarta, BERSIH.ID -- Maraknya intoleransi dan radikalisme dalam masyarakat kita bisa jadi adalah refleksi psikologi sosial di negeri ini yang sedang mengalami krisis akibat dinamika perubahan struktural dan sistemik. Akibat krisis tersebut antara lain adalah maraknya perasaan tak aman dan ketakutan, serta ketakpastian yang semakin besar di seluruh level masyarakat. Hal itu dikemukakan oleh pengamat politik dari President University Muhammad AS Hikam, kepada Indonews.id, di Jakarta, Senin (26/11/2018). “Perasaan tak aman atau kecemasan sosial dapat dilihat dari makin berkembangnya wacana anti asing, anti liyan, kekerasan terhadap minoritas, ancaman terorisme, slogan-slogan populisme, dll,” ujarnya. AS Hikam mengatakan, menguatnya ketidakpastian dapat dilihat pada wacana ter