POLITIK

Partai Golkar Tahu Kekuatan Politik Prabowo

Partai Golkar Tahu Kekuatan Politik Prabowo

MUSIK, POLITIK, TERKINI
BERSIH-INDONESIA, Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto akhirnya menyatakan diri siap maju sebagai capres dalam Pilpres 2019. Keputusan itu sekaligus menjawab sejumlah desakan dari kader Gerindra yang menginginkan Prabowo untuk maju kembali dan bersaing dengan Joko Widodo. Sejumlah partai politik lainnya juga turut menanggapi keputusan Prabowo tersebut, salah satunya adalah Partai Golkar. Wasekjen Golkar Sarmudji menjelaskan partainya sudah mengetahui potensi kekuatan yang dimiliki Prabowo. "Kita sudah tahu potensi kekuatan Pak Prabowo dan bagaimana cara menghadapi," kata Sarmudji kepada kumparan (kumparan.com), Kamis (12/4). Golkar yang sudah menyatakan dukungan untuk Jokowi menilai, dengan majunya Prabowo akan lebih mudah bagi mereka melakukan kalkulasi politik. Dia menerangkan h
Luhut Cerita, Jokowi Jengkel Disebut PKI dan Antek Asing-Aseng

Luhut Cerita, Jokowi Jengkel Disebut PKI dan Antek Asing-Aseng

POLITIK, TERKINI
BERSIH-INDONESIA, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan turut memberi komentar atas pidato Presiden Joko Widodo atau Jokowi yang menampik berbagai isu yang disematkan padanya. "Beliau pernah menjelaskan ke saya, lama-lama manusia juga bisa jengkel dibilang PKI, gak Islami, asing, aseng, siapa sih aseng?," kata Luhut di kantornya, Jakarta Pusat, Rabu, 11 April 2018. Pidato Jokowi disampaikan saat Konvensi Nasional Galang Kemajuan 2018 di Ballroom Puri Begawan, Bogor, Jawa Barat, Sabtu, 7 April 2018. Dalam pidatonya, Jokowi tampak berapi-api menampik berbagai isu yang menyerangnya. Luhut menilai, pimpinannya itu merupakan presiden berprestasi, terlepas dari beberapa janji yang belum terlaksana. Untuk itu, Luhut meminta, kritik terhadap Jokowi harus berimbang.
Jika Mau PKS Dukung Prabowo, Ini Syaratnya

Jika Mau PKS Dukung Prabowo, Ini Syaratnya

POLITIK
BERSIH-INDONESIA, Presiden Partai Keadilan Sejahtera Sohibul Iman menyambut baik sikap Ketua Umum Prabowo Subianto yang sudah menyatakan siap mencalonkan diri sebagai presiden dalam Pilpres 2019. Sohibul memastikan, partainya siap berkoalisi dengan Gerindra untuk mengusung Prabowo. Namun, dengan syarat, Prabowo harus menggandeng salah satu dari sembilan kader PKS yang sudah ditetapkan sebagai bakal calon presiden/wakil presiden. "PKS siap koalisi dengan Gerindra dengan salah satu syarat adalah cawapres diambil dari kesembilan kader PKS tersebut," kata Sohibul saat dihubungi, Kamis (12/4/2018). Sohibul mengatakan, setelah Prabowo menyatakan siap menjadi capres dalam rapat koordinasi Partai Gerindra kemarin, akan ada pembicaraan lebih fokus terkait siapa di antara sembilan kader PKS ya
Ini Alasan, Mengapa Banyak Jenderal di Belakang Jokowi

Ini Alasan, Mengapa Banyak Jenderal di Belakang Jokowi

PERSPEKTIF, POLITIK, TERKINI
BERSIH-INDONESIA, Kepala Kantor Staf Presiden Moeldoko tidak setuju jika ada anggapan Presiden Joko Widodo sengaja menempatkan sosok jenderal di posisi strategis pemerintah demi melawan Prabowo Subianto. "Sebenarnya tidak untuk melawan (Prabowo), semuanya warga negara Indonesia kok, jadi kenapa dilawan? Dalam politik itu yang ada hanya memperkuat, ya pasti ada," ujar Moeldoko di Gedung Bina Graha, Kompleks Istana Presiden, Rabu (11/4/2018). "Sekali lagi ya, konteksnya bukan melawan, tapi memperkuat," lanjut dia. Kata "melawan", menurut mantan Panglima TNI tersebut, tidak baik digunakan dalam dunia demokrasi. "Pengertian itu menurut saya dalam sebuah demokrasi tidak bagus. Jadi jangan ada lawan, sparing partner-lah, kira-kira begitu," lanjut dia. Diketahui, Presiden Joko Widodo
Resmi Dicalonkan Gerindra, Prabowo Belum Kapok Jadi Capres

Resmi Dicalonkan Gerindra, Prabowo Belum Kapok Jadi Capres

HUKUM, POLITIK, TERKINI
BERSIH-INDONESIA, Partai Gerakan Indonesia Raya memberikan mandat kepada ketua umumnya untuk maju sebagai calon presiden pada pemilu 2019. Sang penerima mandat, Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto pun menyatakan kesiapannya mencalonkan diri sebagai presiden pada Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019. Mandat tersebut diberikan Gerindra kepada Prabowo dalam Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Gerindra yang berlangsung di rumahnya di Hambalang, Bogor, Jawa Barat, Rabu (11/4/2018). "Prabowo Subianto menegaskan menerima mandat tersebut dan akan segera bergerak membangun koalisi pilpres. Prabowo memerintahkan seluruh kader turun bersama rakyat. Siang dan malam berjuang dengan rakyat," kata Sekjen Gerindra Ahmad Muzani melalui keterangan tertulis, Rabu (11/4/2018). Muzani menyatakan...