PERSPEKTIF

Perspektif adalah rubrik yang berisikan opini seputar persoalan apa saja yang sedang aktual akan diproyeksikan akan menjadi aktual pada masa-masa mendatang.

Rubrik ini diasuh oleh seorang penulis tetap dengan kemampuan analitis yang dalam dan teruji.

Paus Fransiskus: Natal Harus Menjadi Cara Baru Menjalani Hidup

Paus Fransiskus: Natal Harus Menjadi Cara Baru Menjalani Hidup

PERSPEKTIF, TERKINI
Vatikan, BERSIH.ID -- Paus Fransiskus menyerukan kepada masyarakat di negara maju agar menjalani kehidupan yang lebih sederhana dan tidak terlalu materialistis. Dia juga mengutuk kesenjangan yang makin menganga antara orang-orang kaya dan miskin di dunia. Paus kemudian mengungkapkan kelahiran Yesus di sebuah kandang seharusnya membuat masyarakat mampu merenungkan makna hidup. Hal itu dia utarakan saat memimpin kebaktian di Basilika Santo Petrus di Vatikan dalam Misa Malam Natal. Ini merupakan Natal keenam bagi pria berusia 82 tahun ini sebagai kepala Gereja Katolik Roma. Dalam khotbahnya, Paus Fransiskus mengatakan memperingati kelahiran Kristus seharusnya dijadikan cara baru dalam menjalani hidup, yaitu "bukan dengan melahap dan menimbun, tetapi dengan berbagi dan memberi". "Mar...
Menkominfo RI Berikan Kuliah Umum Nasionalisme di Era Digital di IPB Bogor

Menkominfo RI Berikan Kuliah Umum Nasionalisme di Era Digital di IPB Bogor

PERSPEKTIF
JAKARTA (bersih.id) --- Perkembangan era digital yang sangat cepat membuat identitas manusia sudah mulai ditentukan oleh akun yang dimilikinya di dunia maya. Pada rentang ekonomi digital yang masih dalam tahap sangat muda, anak-anak bangsa telah mampu menorehkan legacy dalam level internasional, yang bukan hanya manis untuk dikenang, namun juga pasti akan menginspirasi pencapaian anak bangsa lainnya. Dengan sifat dasarnya yang universal, teknologi digital ikut pula mengubah konsep bernegara. Demikian disampaikan Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo), Rudiantara saat memberikan Kuliah Umum bertajuk Nasionalisme di Era Digital, 24/9 di Graha Widya Wisuda, Kampus IPB Dramaga, Bogor. “Dalam memasuki ekonomi yang berbasis digital ini kita beruntung telah memiliki beberapa pe
Barisan Pemuda Adat Nusantar Gelar Aksi Solidaritas Untuk Korban Gempa Yang Terjadi Di Lombok

Barisan Pemuda Adat Nusantar Gelar Aksi Solidaritas Untuk Korban Gempa Yang Terjadi Di Lombok

BUDAYA, KABAR NUSANTARA, NASIONAL, PERSPEKTIF
ma dengan Pemuda Adat Nusantara BPAN Akan Perjuangan Hak Masyarakat Adat AMAN Banyuwangi Terus Konsolidasi, Minta Percepatan RUU Hak Masyarakat Adat IRNA NARULITA KAWAL JEMAAH HAJI KLOTER 41 KE EMBARKASI . RSUD Pandeglang Pulangkan Pasien Kejadian tersebut lantas menarik simpati banyak masyarakat, salah satunya Barisan Pemuda Adat Nusantara (BPAN).Karena itu kami dari BPAN ( Barisan Pemuda Adat Nusantara) sayap dari AMAN (Aliansi Masyarakat Adat Nusantara) secara spontan melakukan penggalangan bantuan untuk membantu para korban bencana gempa dengan turun ke jalan selama dua hari sejak sabtu 04/08/18 dan minggu 05/08/18.Kami melakukan penggalangan dana ke beberapa titik di Ibu Kota Jakarta, seperti Taman Tebet, Kota Tua, car free day (CFD) sudirman. Pemuda Adat Protes TPS Pilkad...
‘Ulasan Bola’ VIKTUS MURIN: Sukacita Madrid dan Ratapan Liverpool

‘Ulasan Bola’ VIKTUS MURIN: Sukacita Madrid dan Ratapan Liverpool

OLAHRAGA, PERSPEKTIF
JAKARTA - Tertangkap oleh mata kamera sebelum laga pamungkas Liga Champions 2018 yang mempertemukan Real Madrid versus Liverpool, suasana di pintu keluar “katakombe” (ruang bawa tanah) Stadion Olympiade Kiev-Ukraina. Rupanya sudah ada tanda-tanda psikologis perihal kekalahan Liverpool. Tatkala antri berbaris hendak menaiki anak tangga untuk berjalan masuk ke dalam lapangan megah berumput  hijau, bahasa tubuh Mohamad Salah terlihat agak gugup. Dia tak kuasa menatap ke arah Ronaldo yang berdiri sejajar sebagai lawan di sampingnya, padahal CR7 terus menoleh ke arah Salah dengan mimik serius sebagai wujud sapaan antara “sejawat” penyerang. Satu atau dua menit setelah memasuki arena pertandingan, bahasa tubuh Salah yang gugup kian kentara. Tatkala seremoni pembukaan Liga Champions dimula
Ini Alasan, Mengapa Banyak Jenderal di Belakang Jokowi

Ini Alasan, Mengapa Banyak Jenderal di Belakang Jokowi

PERSPEKTIF, POLITIK, TERKINI
BERSIH-INDONESIA, Kepala Kantor Staf Presiden Moeldoko tidak setuju jika ada anggapan Presiden Joko Widodo sengaja menempatkan sosok jenderal di posisi strategis pemerintah demi melawan Prabowo Subianto. "Sebenarnya tidak untuk melawan (Prabowo), semuanya warga negara Indonesia kok, jadi kenapa dilawan? Dalam politik itu yang ada hanya memperkuat, ya pasti ada," ujar Moeldoko di Gedung Bina Graha, Kompleks Istana Presiden, Rabu (11/4/2018). "Sekali lagi ya, konteksnya bukan melawan, tapi memperkuat," lanjut dia. Kata "melawan", menurut mantan Panglima TNI tersebut, tidak baik digunakan dalam dunia demokrasi. "Pengertian itu menurut saya dalam sebuah demokrasi tidak bagus. Jadi jangan ada lawan, sparing partner-lah, kira-kira begitu," lanjut dia. Diketahui, Presiden Joko Widodo