OPINI

Mengkritisi Debat Perdana Pilpres 2019

Mengkritisi Debat Perdana Pilpres 2019

OPINI, TERKINI
Debat perdana calon presiden dan wakil presiden antara pasangan Joko Widodo dan Maruf Amin dengan Prabowo dan Sandiaga Uno, Kamis, 17/01, malam,  menjadi pusat perhatian banyak orang. Saling dialog dan konfirmasi ide ditunggu, meski dari rangkaian pendapat selama ini, sudah bisa diperkirakan konten yang akan disampaikan. Namun hal itu tetap berbeda mengingat dilaksanakan secara pribadi. Konfirmasi adalah kelebihan yang hanya bisa ditampilkan dalam debat. Santai dan Tegang Dari penyampaian visi misi, sudah terlihat keluwesan Prabowo-Sandi. Hal itu berbeda dengan Jokowi-Ma’ruf yang cukup tegang. Visi dan misi yang dibacakan saja dan kerap terasa apa yang dibacakan memiliki jeda yang tidak terlalu meyakinkan memperkuat hal itu. Hal itu berbeda dengan Prabowo yang lebih ‘santai’.
Trump, Tembok Perbatasan dan Krisis Politik AS

Trump, Tembok Perbatasan dan Krisis Politik AS

OPINI, TERKINI
Oleh: Muhammad AS Hikam*) NORMALNYA, pemerintahan sebuah Negara berusaha agar ia bisa bekerja secara optimal untuk melayani rakyatnya. Di AS, Presiden Trump justru menutup sebagian kantor Pemerintah Federal tanpa ada kepastian kapan dibuka kembali. Implikasi langsung dari kebijakan ini adalah sekitar 800 ribu pegawai Federal harus "dirumahkan" (furloughed) atau harus tetap bekerja tanpa gaji, yang pada gilirannya berakibat tergangggunya pelayanan publik dan disfungsi institusi pemerintahan. Dampak ekonomi, sosial, dan politik kebijakan absurd ini pasti sangat serius bagi rakyat AS dan, bukan tidak mungkin, berimbas kepada negara-negara lain. Bagaimanapun juga AS adalah negara yang pengaruhnya sangat besar bagi keseimbangan global. Kebijakan penutupan kantor pemerintah oleh Presid...
Perda Syariah dan Fenomena Politik Identitas

Perda Syariah dan Fenomena Politik Identitas

OPINI, TERKINI
Oleh: Muhammad AS Hikam *) ISU perda syariah tampaknya akan bergulir dan makin menarik untuk dicermati, karena sangat terkait dengan keberlangsungan kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara di masa depan. Pada saat ini di ranah politik elektoral, parpol, mayoritas parpol setuju terhadap eksistensi perda syariah dan kesinambungannya. Hanya PDIP, Demokrat, dan PSI yang tegas tidak setuju. Di ranah masyarakat sipil, Ketum PBNU, Said Aqil Siradj menyatakan setuju, asalkan perda syariah sesuai kondisi dan kepentingan lokal. Sebaliknya, Ketum Muhammadiyah, Haedar Nasir menyatakan, walaupun tidak secara eksplisit menolak perda syariah, tetapi beliau mengkritisi praktiknya selama ini. Mantan Ketua MK, Prof. Mahfud MD, menolak dengan tegas. Beliau menyatakan bahwa pembentukan per...
TNI Dan Prediksi Ancaman Ke Depan

TNI Dan Prediksi Ancaman Ke Depan

OPINI, TERKINI
Oleh : Toni Ervianto*) Setiap negara yang berdaulat membutuhkan militer yang modern, profesional dan kuat untuk mempertahankan kedaulatan negaranya, sekaligus untuk memperkuat diplomasinya, karena sejatinya militer yang kuat memiliki faktor deterrence yang diperlukan dalam fora internasional. Sejauh ini, keberadaan dan kemampuan TNI sudah diakui oleh PBB dengan keberhasilan penugasan internasional yang dilaksanakan TNI. Ke depan, ancaman militer diprediksi tidak sekuat ancaman nir militer, sehingga kemampuan TNI untuk mengantisipasi dan meredusir ancaman nir militer adalah sebuah keniscayaan. Dalam Undang-Undang No. 3 Tahun 2002 tentang Pertahanan Negara, definsi ancaman, adalah ”setiap usaha dan kegiatan baik dari dalam maupun luar negeri yang dinilai membahayakan kedaulatan neg
Persaingan Ketat Dalam Pilpres 2019 Terjadi Di Enam Propinsi

Persaingan Ketat Dalam Pilpres 2019 Terjadi Di Enam Propinsi

NASIONAL, OPINI, POLITIK, TERKINI
Oleh Stanislaus Riyanta*) Bersih.id - Pilpres 2019 akan diikuti oleh dua pasang capres-cawapres. Pasangan pertama adalah Joko Widodo-Ma’ruf Amin, yang diusung oleh sembilan partai dalam Koalisi Indonesia Kerja yaitu PDI Perjuangan, Golkar, PPP, PKB, Nasdem, Hanura, PKPI, Perindo, dan PSI, dengan total kursi di DPR 60,4 persen. Pasangan kedua adalah Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, yang diusung oleh koalisi partai yang terdiri dari Gerindra, PKS, PAN,  Berkarya. Pilpres 2019 dan 2014 mempunyai kemiripan dari segi rivalitas yaitu antara Joko Widodo dan Prabowo Subianto  Pada Pilpres 2014 koalisi pendukung Prabowo Subianto adalah : Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra), Partai Golongan Karya (Golkar), Partai Amanat Nasional (PAN), Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Partai Persatuan P
Jangan  Berbuat Blunder, Agar Elektabilitas Tidak Melorot

Jangan  Berbuat Blunder, Agar Elektabilitas Tidak Melorot

NASIONAL, OPINI, TERKINI
Oleh : Pramitha Prameswari *) Bersih.id - Perlu ada sinergitas dan komunikasi yang intensif diantara seluruh segmen dalam tiap-tiap kubu agar dapat memenangkan Pilpres 2019, namun khusus kubu petahana atau kubu Jokowi-KH Ma’ruf Amin jelas memerlukan usaha yang lebih karena sejatinya “mempertahankan gelar” jelas lebih berat dibandingkan dengan “merebut gelar”. Walaupun, Presiden Jokowi mempunyai berbagai nilai tambah yang dapat meningkatkan elektabilitasnya antara lain Joko Widodo adalah figur yang bersih dari korupsi dan diakui atau tidak, proses reformasi birokrasi semakin bagus di Indonesia. Modal lainnya bagi Jokowi dalam menghadapi Pilpres 2019 adalah bagaimana seluruh kementerian dan lembaga meningkatkan kinerja dan outcome mereka, sehingga akan menambah kepercayaan masyarakat t
Politik Anggaran Konstitusi

Politik Anggaran Konstitusi

OPINI, TERKINI
Oleh: Ahmad Erani Yustika Bersih.id - Kebijakan fiskal merupakan instrumen yang berpengaruh besar dalam pengelolaan ekonomi. Di luar kebijakan moneter, instrumen fiskal boleh dikatakan paling kontributif dalam menentukan arah perekonomian. Dengan kata lain, kebijakan fiskal dan moneter merupakan dua kaki penyangga ekonomi negara. Sejak merancang RAPBN 2015 postur dan desain fiskal diarahkan untuk  memastikan tercapainya kondisi yang sehat, adil, dan mandiri.  Kondisi itu terkait dengan postur fiskal itu sendiri maupun kinerja ekonomi. Sehat dipahami sebagai postur fiskal yang fokus dan membangun keseimbangan antara pembangunan manusia dan fisik.  Adil dimaksudkan untuk memberi afirmasi kepada kaum yang selama ini kerap dilemahkan. Sementara itu, mandiri dimaknai sebagai ikhtiar un
Belajar dari Kemenangan Kotak Kosong

Belajar dari Kemenangan Kotak Kosong

OPINI
  Kota kosong menang dalam pemilihan Walikota Makassar. Ini merupakan satu ironi, kalau bukan absurditas dari pemilihan dengan calon tunggal. Pemilihan dengan calon tunggal membuat keadaan tidak kemana-mana, sementara prosesnya berjalan dengan segala risiko ekonomi (biaya) dan risiko sosial, seperti ketegangan sosial yang menyertainya. Prosesnya berjalan, selesai dan sah tetapi tidak menghasilkan apa-apa. Proses pemilihan tanpa hasil ini semestinya sudah diperkirakan sebelumnya. Kasus ini memunculkan lagi pertanyaan apakah kita akan tetap mempraktikkan satu kebijakan yang sudah diperkirakan bahwa hasilnya akan menjadi demikian? Tulisan berikut ini ingin menunjukkan masalah dari praktik calon tunggal ini. Demokrasi Bermasalah Pasca keputusan MK soal calon tunggal ini, ...
Karena Ini, Ia Disebut Seniman Paket Lengkap

Karena Ini, Ia Disebut Seniman Paket Lengkap

MUSIK, OPINI, SOSOK
BERSIH-INDONESIA, Salah satu perupa tanah air, Dadang Christanto, mengungkapkan seniman serba bisa, seperti almarhum Danarto, adalah sosok yang langka. Bagaimana tidak, Danarto dikenal sebagai perupa, sastrawan, penulis naskah, sekaligus sutradara teater. Sejumlah karyanya berkontribusi dalam kesenian Indonesia. Dadang menyebutkan, pada 1973, Danarto pernah membuat pameran tunggal lukisan di Taman Ismail Marzuki, Jakarta. Pameran bertajuk "Putih di Atas Putih" tersebut dianggap sebagai sebuah pameran radikal dan kontroversial saat itu. "Para pengunjung pamerannya dijungkirbalikkan pemahamannya tentang ujud lukisan. Ruang pameran disuguhi rentengan kanvas kosong polos putih. Ini 'kegilaan' yang melampaui zamannya," kata Dadang berdasarkan keterangan yang diterima Tempo, Rabu, 11 April 201