EDITORIAL

EDITORIAL – Debat Capres-Cawapres dan Sikap Cerdas Pendukung

EDITORIAL – Debat Capres-Cawapres dan Sikap Cerdas Pendukung

EDITORIAL
Hari-hari ini bangsa Indonesia sedang menanti-nantikan acara Debat Perdana Calon Presiden-Calon Wakil Presiden yang bakal digelar Komisi Pemilihan Umum (KPU). Agenda ini sebenarnya biasa saja dan lazim di panggung kontestasi Pemilihan Presiden (Pilpres). Yang membuat event ini menjadi “berbeda” adalah suasana perang psikologis diantara pendukung masing-masing kubu, yakni kubu petahana Jokowi-Ma’ruf Amin dan kubu penantang Prabowo-Sandiaga Uno, sebelum memasuki debat perdana pada Kamis 17 Januari 2019. Debat perdana yang akan ditayangkan ‘live’ oleh jaringan televisi nasional ini, sedianya digelar di Hotel Bidakara, bilangan Pancoran-Jakarta Selatan. Apabila dicermati secara seksama, semenjak kedua pasangan Capres-Cawapres ini dideklarasikan oleh partai-partai pengusung, maupun sejak
EDITORIAL –  Sungguh Jahat, Korupsi Anggaran Bencana Alam

EDITORIAL – Sungguh Jahat, Korupsi Anggaran Bencana Alam

EDITORIAL
Rasionalitas dan nurani kolektif kita, sangat mungkin tiba-tiba terhenti sesaat, tatkala mendengar kabar bahwa ada tangan-tangan jahat yang mencuri uang negara dari anggaran penanganan bencana alam. Keimanan kita pun sangat mungkin tersengat begitu tahu bahwa masih ada saja orang yang tega mencuri uang dari dana bencana alam. Kita seperti tidak yakin, perbuatan jahat sekaligus tega seperti itu mampu dilakukan oleh orang-orang yang konon pintar makan sekolahan tinggi, dan beragama pula. Tetapi, apa mau dikata, kejadian seperti yang terlukiskan di atas nyata-nyata terjadi di tengah-tengah kita pada penghujung perjalanan tahun 2018. Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada Jumat (28/12/2018) mengamankan 20 orang dalam OTT di Jakarta. Dalam perkembangan penyelidikan kasus ini, KPK telah ...
EDITORIAL –  Penembakan Brutal di Nduga yang Menggemparkan Republik

EDITORIAL – Penembakan Brutal di Nduga yang Menggemparkan Republik

EDITORIAL
Belum hilang dari ingatan kolektif kita sebagai bangsa akan beberapa peristiwa tragis yang menguras dukalara, diantaranya bencana gempa-tsunami, pesawat komersil Lion JT 610 yang ‘terjun bebas’ ke dasar lautan gelap, banjir dan angin puting beliung di sejumlah daerah, kini kita semua dikejutkan lagi oleh peristiwa penembakan belasan warga sipil di Kabupaten Nduga-Papua, yang serta-merta menggemparkan republik ini, Selasa (4/12/2018). Warga sipil itu merupakan pekerja-pekerja proyek pembangunan jembatan sebagai sub-sistem Trans Papua, di wilayah Kabupaten Nduga. Ibaratnya, pusara para korban dari berbagai bencana itu masih basah, kini kita mesti menggali lagi pusara untuk korban-korban penembakan Nduga. Insiden penembakan di Nduga ini boleh kita sebut sebagai ‘bencana kemanusiaan’ pa
EDITORIAL –  Disorientasi Sosial dan ‘Homo Homini Lupus’

EDITORIAL – Disorientasi Sosial dan ‘Homo Homini Lupus’

EDITORIAL
Hari-hari ini, melalui media massa, kita menyaksikan aneka peristiwa pembunuhan dengan beragam motif, dan juga modus operandinya. Ada motif sakit hati dan balas dendam kepada korban, desakan kebutuhan ekonomi dan menguasai harta milik korban, atau motif lainnya. Yang mencengangkan, ada peristiwa pembunuhan yang juga dilatari oleh perbedaan pilihan atau preferensi politik dalam momentum pilpres. Kasus-kasus pembunuhan yang menghebohkan itu terjadi hanya dalam satu bulan berjalan, yakni bulan November ini. Sebut saja peristiwa pembunuhan sadis terhadap satu keluarga pada medio November lalu; Diperum Nainggolan/38 tahun (suami), Maya Boru Ambarita/37 tahun (isteri), Sarah Boru Nainggolan/9 tahun (anak pertama), dan Arya Nainggolan/7 tahun di Jalan Bojong Nangka II, Jatirahayu, Pondok M...
EDITORIAL –  BaSARnas dan Totalitas Tugas Kemanusiaan

EDITORIAL – BaSARnas dan Totalitas Tugas Kemanusiaan

EDITORIAL, TERKINI
Jenderal bintang tiga, Marsekal Madya TNI Muhammad Syaugi, Ketua Badan SAR Nasional (BaSARnas) berusaha kuat menahan tangisnya. Tetapi, dia tetaplah manusia biasa yang tak kuasa menahan jatuh airmatanya. Syaugi bersedih, sangat bersedih. Dia pun menangis seusai mendengarkan curahan hati keluarga para korban Lion Air JT-610, dalam acara Konferensi Pers antara unsur Pemerintah dengan keluarga para korban, di Hotel Ibis Cawang, Jakarta Timur, Senin siang 5 November 2018. Hadir dalam acara “curhat” itu antara lain Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, Ketua Komisi Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) Soerjanto Tjahjono, unsur DVI Polri  yang diwakili oleh Kepala Pusat Kedokteran dan Kesehatan Polri, Brigadir Jenderal Dr Arthur  Tampi, dan Ketua Basarnas sendiri. Di barisan depan di
EDITORIAL: Balada Duka Kolektif Kita

EDITORIAL: Balada Duka Kolektif Kita

EDITORIAL, TERKINI
Ibaratnya belum kering airmata kolektif bangsa oleh karena dukacita yang menggemparkan dunia yakni gempa-tsunami Palu-Donggala, kini datang lagi duka yang juga menggemparkan dunia yakni kecelakaan pesawat Lion Air JT-610. pada Senin pagi 29 Oktober 2018. Kita berduka lagi. Kita menangis lagi. Sebagai satu bangsa, kita merasakan lagi getirnya duka kolektif. Sebagai satu bangsa, kita pun menangis bersama lagi. Berduka dan menangis. Menangis dan berduka. Begitulah balada duka kolektif kita hari-hari ini, bagaikan luka baru yang tergores di atas luka lama. Setiap kali ada peristiwa kecelakaan pesawat komersial, di negeri mana pun itu terjadi, dunia internasional pasti terkejut. Begitu pula dengan tragedi Lion Air JT-610 yang sedang terbang dalam rute Jakarta-Pangkalpinang. Para pemimpin...
EDITORIAL –  Perihal Keluhuran Politik

EDITORIAL – Perihal Keluhuran Politik

EDITORIAL
Momen peringatan HUT ke-54 Partai Golkar yang digelar di Jakarta Internasional Expo, Kemayoran, Jakarta Pusat, Minggu (21/10/2018), menjadi momen bagi Presiden Joko Widodo mengirimkan pesan kepada partai-partai politik. Tatkala memberikan sambutan dalam acara tersebut, Presiden Jokowi mengingatkan bahwa salah satu tugas berat yang harus dilakukan partai politik adalah mengembalikan kepercayaan rakyat.  “Ke depan, tantangan parpol akan berat. Terutama tugas mengembalikan kepercayaan masyarakat pada parpol, pada proses politik, pada keluhuran politik,” begitu pesan Presiden Jokowi Kepala Negara mengingatkan, kepercayaan publik tidak akan diraih partai politik yang anggotanya selalu melontarkan caci maki, hal-hal yang negatif atau selalu menyampaikan kabar bohong atau hoaks. Semakin ha
EDITORIAL-Kebanggaan dan Sukacita dari “Ketidaksempurnaan”

EDITORIAL-Kebanggaan dan Sukacita dari “Ketidaksempurnaan”

EDITORIAL, TERKINI
Indonesia kembali membuat prestasi di panggung olahraga regional. Setelah sukses bertengger sebagai Empat Besar dalam klasemen negara-negara peserta Asian Games 2018 Jakarta-Palembang, kini atlet-atlet Indonesia kembali unjuk kehebatan di pentas Asian Para-Games 2018 di Jakarta. Kali ini justeru lebih istimewa, karena kehebatan itu ditunjukkan oleh atlet-atlet “istimewa” atau atlet-atlet difabel. Mereka yang berkebutuhan khusus ---oleh karena “ketidaksempurnaan” fisik---  justru sukses menunjukkan kesempurnaan dalam hal daya juang. Semenjak Asian Para Games secara resmi dibuka oleh Presiden Jokowi pada Sabtu, 6 Oktober 2018, atlet-atlet difabel Indonesia telah dan terus memberikan kebanggaan dan sukacita bagi negeri dan tanah airnya, melalui raihan medali sebagai simbol tertinggi pr
EDITORIAL – Menangis dan Bangkit Bersama “Palu-Donggala”

EDITORIAL – Menangis dan Bangkit Bersama “Palu-Donggala”

EDITORIAL
Akal pikiran manusia tak kuasa memahami kedahsyatan gerak alam. Hanya suara nuranilah yang sangat mungkin bisa membimbing setiap insan manusia demi memahami sekaligus memaknai kedahsyatan alam. Dalam dimensi yang lebih transenden, kedahsyatan alam dapat pula dimaknai sebagai pesan ilahiah dari ALLAH, TUHAN Sang Pencipta dan Penguasa Alam Semesta. Pesan ilahiah ini kiranya hanya mampu ditangkap dan dicerna dengan mengandalkan keteguhan iman yang sungguh, serta rasa taqwa yang mendalam. Jumat sore 28 September 2018. Kedahsyatan gerak alam itu terjadi di bumi Sulawesi Tengah, tepatnya di Palu dan Donggala sebagai lokasi utama, serta beberapa kabupaten di sekitarnya seperti Sigi dan Mamaju. Gempa bumi dahsyat dengan magnitudo 7,7 Skala Richter (SR) disertai gelombang tsunami hebat mengh...
EDITORIAL – “Haringga Sirila” dan Kebrutalan Liga Sepakbola

EDITORIAL – “Haringga Sirila” dan Kebrutalan Liga Sepakbola

EDITORIAL
JAKARTA (bersih.id) --- Setan seperti apakah yang bersarang dalam pikiran para penganiaya Haringga Sirila, anak muda pendukung Persija Jakarta? Akibat penganiayaan di luar batas perikemanusiaan terhadap dirinya, Haringga Sirila pun meregang nyawa di tempat kejadian, Minggu 23/9/2018, pada hari pertandingan Liga-1 yang menghadap-hadapkan Persib Bandung selaku tuan rumah melawan Persija Jakarta sebagai tamu. Peristiwa penganiayaan itu sungguh mengerikan dan sekaligus sangat memalukan. Mengerikan, lantaran anak muda ini tewas oleh hantaman berbagai benda keras dan tajam dari sekelompok supporter brutal yang mengidentikkan dirinya sebagai pendukung Persib Bandung. Tidak hanya dengan benda-benda keras aneka rupa, mereka, para penganiya itu ‘melengkapi’ penganiayaan mereka dengan tendanga