Monday, November 23

Dewas KPK Terima Aduan Dugaan Korupsi Universitas Negeri Padang

JAKARTA – Kasus dugaan korupsi yang terjadi di Universitas Negeri Padang, Sumatera Barat terkait pembangunan gedung Labor Olah Raga dinilai Lembaga Swadaya Masyarakat Indonesia Monitoring Development (IMD) telah merugikan negara sebesar Rp 18 Miliar.


“Sudah kita laporkan beberapa waktu lalu kepada lembaga Anti Rasuah (KPK), yang juga ditembuskan, salah satunya kepada Dewan Pengawas KPK.”kata Direktur Eksekutif IMD, Raden Adnan, Sabtu 25 Juli 2020.


Adnan menjelaskan bahwa laporan yang dia tindak lanjuti ke KPK mendapat respon dari Dewan Pengawas KPK. Kata Adnan, terbukti dengan Dewan Pengawas KPK telah membalas surat laporan dari Indonesian Monitoring Development.

Adapun surat balasan Dewan Pengawas KPK tersebut, dengan Nomor Surat, B-3408/PM.00/58/07/2020, perihal “Laporan Pengaduan Dugaan Tindak Pidana Korupsi pada Pembangunan Gedung Labor Olahraga Universitas Negeri Padang Tahun 2019 yang merugikan Keuangan Negera sebesar Rp 18.339.709.500”. Ditandatangani oleh Anggota Dewan Pengawas Komisi Pemberantasan Korupsi, Artidjo Alkostar, tertanggal 16 Juli 2020.


“Iya itu, dewan pengawas KPK dalam suratnya mengatakan, mereka telah menerima dan melakukan klarifikasi kepada unit kerja terkait di KPK yang menangani permasalahan yang telah disampaikan,”ucap Adnan. 


Selain itu, kata Adnan bahwa Dewan Pengawas KPK yang masih dalam suratnya menyampaikan, KPK saat ini sedang melakukan proses penelahaan lebih lanjut untuk mengetahui subtansi kasus, baik secara formil dan materiil.


“Surat balasan pak Artidjo Alkostar point keduanya menjelaskan mengenai laporan kami, salah satunya KPK sedang menelaah atas dugaan kasus itu,”terang Adnan.


Adnan berharap kasus itu lebih cepat diproses oleh KPK, sebab imbuhnya persoalan korupsi dalam dunia pendidikan tidak boleh dibiarkan. Apalagi papar Adnan, bukti-bukti dugaan korupsi UNP telah dilengkap, baik saat awal pelaporan dan bukti-bukti yang telah ia tambahkan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *