Friday, July 10

PMII Lebak Soroti Dugaan Penyelewengan Dana Bansos Disabilitas

Bersih.id Lebak – Ketua Umum Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Cabang Kabupaten Lebak Teguh Pati Adjidarma kecewa dana Bantuan Sosial (Bansos) untuk Penyandang Disabilitas di Kabupaten Lebak Banten diduga telah di sunat.

“Investigasi di lapangan terdapat kejanggalan. Saya coba cek bersama teman-teman ternyata benar bahwa di Cimarga dana Bansos untuk para penyandang disabilitas yang harusnya diterima oleh mereka Rp 300. 000 ribu, ini hanya Rp 150. 000 ribu. Bahkan yang sangat miris, ada juga yang tidak menerima sama sekali ini tentu dzalim,”Ujar Teguh pada Hisstori.com, Senin 15 Juni 2020.

Teguh mengungkapkan, dalam beberapa data yang di uraikan ada beberapa kejanggalan.

“Dalam data, penerima Bantuan Sosial untuk para penyandang cacat di Kabupaten Lebak tahun anggaran 2019 penerimanya sekitar 4.165 jiwa. Rata-rata pagunya senilai Rp 300.000 ribu per- orangnya,”ungkapnya.

“Sementara, dalam data APBD Murni tahun anggaran 2020 ada sekitar 3.243 Jiwa, dan dana bantuan tersebut sebesar Rp 500.000 ribu hingga Rp 550.000 ribu. Cuma untuk tahun 2020 belum di realisasikan,” lanjutnya.

Artinya kata Teguh, disini sudah jelas bahwa oknum tersebut tidak tanggung-tanggung melakukan pemotongan dana para penyandang Disabilitas setengahnya dari yang seharusnya di berikan.

“Dana Bansos yang harus diberikan sesuai pagu itu kan Rp 300 Ribu, tapi warga hanya menerima Rp 150 ribu, berarti kan ada oknum yang memotong dana tersebut,”tegasnya.

Teguh juga mengungkapkan, bahwa dirinya sudah melakukan konfirmasi kepada instansi terkait, namun jawaban itu dirasa tidak memuaskan.

“Saya pernah sounding ke instansi terkait. Cuma tidak di indahkan sebagaimana mestinya ia selaku
pengatur OPD tersebut. Kepala Dinas itu bilang pada saya jika dirinya tidak bertanggung jawab atas kasus tersebut, dan menunjukan fakta integritas dengan secarik kertas yang penuh tanda tangan,”paparnya.

Lanjut teguh memaparkan, bahwa oknum yang melakukan pemotongan dana tersebut tentunya sangat kejam dan keterlaluan. Karena, bagi para penyandang cacat yang tidak bisa kerja apa-apa dengan segala keterbatasannya dana Bansos itu sangatlah berarti. Apalagi saat ini massa pandemi Covid -19.

“Sudah sewajarnya dan seharusnya mereka menerima haknya dengan penuh. Jangan ada lagi potongan-potongan segala macem apapun itu bentuknya. Harusnya mereka lebih dibantu lagi. Karena,
meski mereka di anggarkan hanya pertahun saja itu sudah sangat berarti bagi mereka. Apalagi di tahun sekarang ini kita sedang di hadapkan dengan kebutuhan yang susah karena wabah Covid -19,”tegasnya.

Selain itu, Teguh mengaku sudah beberapa kali mencoba untuk melakukan tabayun kepada pihak-pihak terkait. Namun hasil yang di peroleh tetap sama tidak ada kepastian dan kejelasan.

“Saya dan teman-teman sudah mencoba klarifikasi mengenai kasus ini. Cuma di lempar-lempar
kayak cuci tangan gitu. Dari Dinas Sosial saya ke TKSK. Cuman sama aja hasilnya nihil, gak jelas,”katanya.

“Selain ke Kepala Dinas Sosial, saya juga melakukan konfirmasi kepada Koordinator TKSK Kabupaten
Lebak. Hasilnya sama aja di lempar-lempar. Malah yang datangin saya pihak yang engga ada sangkut
pautnya sama sekali dengan hal itu,”papar Teguh.

Teguh juga mengaku telah melakukan langkah-langkah secara hukum hanya saja belum bisa dilakukan karena terbatasnya pengungkapan kasus.

“Saya dan teman-teman juga sudah melakukan konsultasi kepada para Aparat Penegak Hukum. Bahkan saya sudah menyiapkan laporan pengaduan. Tapi belum bisa karena
adanya Covid -19 tidak bisa melakukan pemanggilan banyak orang. Apalagi dengan jenjang waktu
yang terbatas,”katanya.

Padahal kata Teguh, dirinya sudah memiliki bukti-buktinya seperti Data, Video, Recording dan
Surat Kuasa Masyarakat sudah dikumpulkan dan di organisir.

“Kedepan saya dan teman-teman PMII Cabang Lebak atas nama Masyarakat Kabupaten Lebak sangat mohon kepada APH untuk mengungkap kasus ini,”ujarnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *