Thursday, November 26

Ketum Perumusan Forum Kebudayaan Pandeglang, Nilai-Nilai Pancasila Harus Dijaga

Beraih.id Pandeglang – Ketua Perumus Forum Kebudayaan Pandeglang “Kesaktian Pancasila kembali tumbuh walaupun pada tanggal ditengah pandemic yang sibuk mengunyah tumbal. Nilai-nilai Pancasila seharusnya harus selalu dijaga tidak hanya pada tanggal karna Pancasila adalah ruh dalam kehidupan masyarakat, ditengah pandemic seperti ini kita dapat mengokohkan nilai nila Pancasila melalui seni dan budaya.

Seni dan budaya merupakan media yang efektif untuk menetralisir pandangan masyarakat terhadap situasi sebenarnya, karena ada  bagian dari kebudayaan, yaitu  sistem teknologi semakin “buas” serta banyak dimanfaatkan kebuasanya oleh orang orang berkepentingan, sehingga mereka melahirkan  budaya baru dengan membuat kita keasyikan, kita dinina-bobokan oleh sistem teknologi yang mengasyikan tanpa melakukan perlawanan.

Hal ini tanpa menanamkan kesaktian Pancasila, maka tiba-tiba kita akan kaget dengan lahirnya aturan yang dijejerkan untuk membatasi tingkah laku kita sebagai manusia dan aturan yang menguntungkan bagi mereka, mereka yang disana dengan kaki menjuntai sampai mengusap kepala kita karna kasihan, ya tapi cuma kasihan, ya betul cuma kasihan, kasihan dengan pembelaan yang seremonial,” ungkap Jendol Pandeglang, (02/06/2020).

Masih kata Jendol Kita sebagai Negara yang memiliki jati diri budaya gotong-royong harus menetralisir  itu dengan  kreatif dan inovatif supaya nilai-nilai  Pancasila tetap tumbuh-kembang di masyarakat dalam kondisi dimana masih saling mangsa, saling cela saling menakuti. Masyarakat adalah akar rumput yang harus dikuatkan dalam segi kebudayaan untuk saling menguatkan dan ingat kepada jati dirinya, bahwa kita masyarakat yang kuat toleran dan saling mendukung tanpa mencela karna kita negara berpancasila.

Selain itu juga hari Pancasila mengajak kita untuk mengingat melihat tradisi budaya dan prestasi budaya dari pengalaman sejarah, yang dimana dari prestasi budaya membentuk pancasila dan kesaktianya  untuk dijadikan landasan pemikiran bangsa Indonesia .

Maka dari itu kebudaayan dan prinsip-prinsip dari kebudayaan penting untuk terus ditanamkan sebagai penguat hidup berbangsa. Penanaman prinsip-prinsip dan pokok-pokok pemikiran kebudaayan bisa kita mulai dari masing-masing daerah dan saya harap Pandeglang sebagai kota pariwisata yang tidak lepas dari kebudaayan karena Pandeglang adaah daerah yang kaya akan seni dan budaya,dan dari kekayaan itu kurang diliriknya oleh pemerintah daerah (Pemda).

Pandeglang ternyata belum memiliki pokok-pokok pemikiran kemajuan kebudaayan . maka saya dan keluarga besar Forum Kebudayaan Pandeglang (FKP) akan memikirkan itu untuk mengembalikan ruh Kota Pandeglang yang kaya akan kebudayaanya.

Selamat hari lahir Pancasila, selamat mengasih makan peliharaan medsos dalam pengucapan selamat di hari lahir pancasila dengan seremonial dan tinggal klik medsos kenyang kitapun puas dan senang  ungkap Nana (Jendol).

Ditempat yang berbeda Endang Suhendar Penggagas Lembaga Kebudayaan Pandeglang menambahkan, ditengah situasi dan kondisi New Normal atau disebut era tatanan hidup baru bagi seniman tradisi di daerah nampaknya belum siap, karya yang berbentuk virtual tidak semua masyarakat seni tradisi mampu menguasai dunia digital, mungkin saja di daerah selatan misalkan akses sinyal internet tidak terjangkau, hal ini akan menghambat dalam berkarya, sekalipun ada akses hampir 90% pekerja seni di Pandeglang belum mendapatkan bantuan sosial tunai (BST). Boro-boro buat beli pulsa internet buat aploud vidio virtual buat beli beras dan kebutuhan makan saja sangat kesulitan.

Saya menghimbau ibu bupati pandeglang, Hj. Irna Narulita, SE untuk memprioritaskan dan memperhatikan para pekerja seni yang kehilangan pendapatannya karena ruang pementasan seni dan budaya di Kabupaten Pandeglang sedang sekarat. Ya seniman sedang sekarat mental, sosial, dan ekonomi.

Melalui  momentum spirit  kesaktian Pancasila saya mengajak kawan-kawan seniman dan budayawan Pandeglang untuk menginfentarisir kebudayaan yang ada di setiap kampung atau desa, untuk menjadi bahan dan data menuju penyusunan Pokok-pokok pikiran pemajuan kebudayaan di Pandeglang. Mari kita bergerak menuju Pandeglang Berbudaya ditengah tatanan hidup baru melalui spirit hari kesaktian Pancasila. 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *