Saturday, May 30

Warga di Tangsel Dapat Bantuan Dari Pusat

Lebak- Bau menyengat saat kendaaraan tim relawan gugus tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Kota Tangerang Selatan memasuki wilayah pegunungan sampah di Kelurahan Cipeucang, Setu, Kota Tangerang Selatan, Banten.

Pasalnya berdasarkan informasi yang dihimpun oleh Tim Relawan Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19, bahwa 38 Kepala Keluarga yang bermukim di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) itu belum mendapatkan bantuan dari pihak manapun. Sehingga berkaitan dengan hal tersebut, pihaknya memvalidasi (door to door) kebenarannya.

Berprofesi sebagai pemulung Teguh Priyatno mengatakan, sejak adanya Virus Corona dan PSBB ia dan warga lainnya mengalami penurunan pendapatan, dari Rp 100 ribu per-hari menjadi Rp 20 ribu per-hari.

Maaf pak menunggu baru selesai mengais sampah plastik, soalnya sekarang pendapatan berkurang, biasanya satu hari Rp 100 ribu, tapi sejak covid Rp 20 ribu gara-gara virus corona pak,” kata Teguh sambil menundukan kepalanya.

Lebih lanjut ia menyampaikan, bahwa rata-rata warga yang tinggal di TPA adalah penduduk pendatang dari berbagai daerah, namun sudah puluhan tahun tinggal di TPA tersebut. Hanya saja kata Teguh, baru kali ini warga mendapatkan bantuan dari pemerintah khususnya Tim Relawan Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Kota Tangerang Selatan.

Sementara itu di tempat yang berbeda, Desa Poerna 70 persen penduduk pendatang (200 Kepala Keluarga) tepatnya dibelakang pasar tradisional Serpong, Ita yang memiliki KTP Kabupaten Lebak pun demikian mengatakan, bahwa selama ia hidup tidak pernah mendapatkan bantuan dari pemerintah, tapi kali ini ungkapnya, baru mendapatkan bantuan dari pemerintah.

Terima kasih pak, makasih juga kepada pak Jokowi dan Relawan Gugus Tugas, saya sudah bersyukur dapat bantuan,” ujarnya sambil meneteskan air mata, di Poerna, Serpong, Tangerang Selatan, Kamis (21/5/2020).

Wanita pedagang kopi ini juga menyampaikan, “Jangankan di sini pak, di kampung saya Lebak aja gak pernah dapat bantuan, apalagi kami di sini warga pendatang, makanya saya seneng bener dapat sembako ini,” pungkasnya.

Ketua Tim Relawan Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Kota Tangerang Selatan, Akhrom Saleh yang ikut serta turun ke lapangan untuk membagikan wilayah Cipeucang membeberkan, bahwa ia ingin melihat secara langsung kondisi warga yang tinggal di pemukiman kurang layak (TPA) tersebut.

Sehingga kata dia, untuk memastikan bantuan agar benar-benar tepat sasaran sesuai dengan arahan Koordinator Ketua Tim Relawan Gugus Tugas Percepatan Penangan COVID-19 Andre Rahadian saat memberikan arahannya kepada para relawan di Gelanggang Olahraga Remaja, Senen, Jakarta Pusat, beberapa waktu yang lalu.

Menurut salah satu anggota Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Tangerang Selatan, Sigit Sutrisno mengatakan kepada media, bahwa awalnya ia sering kongko-kongko di daerah tersebut, salah satunya Desa Cipeucang dan Desa Poerna.

“Awalnya mereka banyak curhat ke saya, akibat PSBB jadi nggak makan sampe seminggu karena penurunan pendapatan. Maka dari itu saya data aja biar dapat bantuan sembako dari Gugus Tugas,” papar Sigit pria berprofesi Ojek Online ini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *