Wednesday, April 1

Telat Bayar Upah, 130 Pekerja Twin Plaza Hotel Siap Mogok Kerja

Bersih.id Banten – Serikat Pekerja Twin Plaza Hotel yang melakukan mogok kerja akibat pihak manajemen yang sudah lima (5) bulan terlambat membayarkan hak-hak (gaji/upah) karyawan dan pekerja kontrak. Hal itu diungkapkan oleh Ketua Serikat Pekerja Twin Plaza Hotel Rudy Kusbiantoro saat ini hak pekerja dan karyawan sebanyak 130 belum selesai dibayarkan, Senin 23 Maret 2020.

“Kalau pun mengalami penurunan pendapatan bukan berarti hak pekerja, sebanyak 130 orang tidak dibayarkan. Sudah lima (5) bulan manajemen perusahaan hotel terlambat  membayar upah, uang service, dan puncaknya di bulan februari. Sudah 25 hari ini kami tidak mendapatkan hak-hak sebagai pekerja,”kata Rudy Kusbiantoro kepada awak media, Senin 23 Maret 2020.

Selain itu, lanjut Rudi, bahwa dia dan karyawan lainnya telah melakukan perundingan dengan pihak manajemen perusahaan, namun hal itu mengalami deadlock, tidak menemukan titik temu.

“Berunding sudah berapa kali, yang diwakili pihak manajemen, tapi deadlock terus,” tegas dia.

Pihak manajemen juga berjanji kepada karyawan, bahwa pihak manajemen baru akan melaporkan kepada pemilik saham mayoritas Hendra Lie. “Manajemen berjanji akan melaporkan kepada pemegang saham mayoritas bapak Hendra Lie,” kata Rudi.

Namun hingga saat ini karyawan masih belum menerima upah, dan uang servicenya, “Apabila janji itu tidak dipenuhi semua pekerja akan melakukan aksi mogok kerja secara resmi di depan lobi hotel Slipi, Jakarta Barat,” lanjutnya.

Rudy juga menambahkan, sebanyak 130 karyawan yang upah dan uang servicenya belum dibayarkan pihak perusahaan. Sementara sebagian yang dibayar hanya sebesar 25 persen. Akan tetapi sebagian karyawan tersebut mengembalikannya lagi, sebab kata Rudy karyawan merasa dihina dengan dibayar hanya sebesar 25 persen dari upah tersebut.

“Kami kembalikan lagi kepada manajemen, sebab pembayaran sebesar 25 persen kami seperti dihina,” tuturnya.

Selain itu, Rudy juga mengatakan, bahwa selama ini karyawan masih mendapatkan Upah Minimun Sektoral Provinsi (UMSP) DKI Jakarta tahun 2019, padahal kata Rudy seharusnya pihak perusahaan sudah menggunakan UMSP DKI Jakarta tahun 2020 yang diberlakukan sejak Januari yang lalu.

“Jadi kami selama ini masih menerima upah minimum sektoral provinsi DKI Jakarta tahun 2019, harusnya kan pihak perusahaan sudah berlakukan UMSP tahun 2020,” papar dia.

Oleh karena itu apabila pihak perusahaan tidak juga memberikan hak-haknya, maka ia dan pengurus lainnya akan melakukan aksi mogok besar-besaran bersama Federasi Serikat Pekerja Mandiri yang merupakan gabungan dari Hotel, Restoran, Ritail dan Apartemen se-Jabodetabek.

“Kalau perusahan dan owner Hendra Lie nggak juga penuhi janji, kami akan melakukan aksi mogok skala besar, di Lobi hotel,” imbuhnya.

Sekarang sambung Rudy, ia dan rekan-rekannya mencari kerja sampingan seperti narik ojek online, sebab kata dia, harus memenuhi kebutuhan keluarga.

“Sekarang kami harus bertahan hidup untuk penuhi kebutuhan keluarga, nggak mudah dengan kondisi sekarang cari kerja yang lain dengan adanya virus Korona. Jadi kami narik ojek online aja agar penuhi kebutuhan hari-hari,” tandas Rudy.

Adapun tuntutan karyawan yang tergabung dalam Serikat Pekerja Twin Plaza Hotel, Slipi Jakarta Barat, sebagai berikut, pertama, pihaknya meminta untuk dibayarkan Upah dan Dendanya serta uang Service karyawan, kedua, Bayarkan Upah dan service tepat waktu, ketiga, Berlakukann Upah Minimun Sektoral Provinsi (UMSP) DKI Jakarta, tahun 2020 sektoral perhotelan, keempat memperbaiki manajemen hotel.

Untuk diketahui seperti dilansir dari media maenstream bahwa selain pemilik saham mayoritas Hendra Lie Twin Plaza Hotel juga  merupakan Direktur Utama PT Mata Elang Internasional Stadium.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *