Thursday, November 26

Pimpinan Saung Seni Cikondang
Endang Sukandar ” Angkat Bicara Soal Corona Dan Seni Kebudayaan .

Endang Sukandar Pimpinan Saung Seni Cikondang Pandeglang-Banten.

Bersih.ID Banten – Di Bidang Seni , Saung Seni Cikondang terletak jalan pandeglang serang yang cukup mumpuni pasalnya ada sejumlah kejuaraan di level Kabupaten, Provinsi hingga ke Tingkat Nasional sempat di partisipasi olehnya.

Pimpinan Sanggar Saung Seni Cikondang,Endang Suhendar saat ditemui di sela-sela parade tari Nusantara , Seni Cikondang fokus kepada pementasan rampak bedug asal Pandeglang ,kami menciptakan generasi baru agar tampak bedug Pandeglang tidak punah melihat situasi yang sudah banyak tidak peduli terhadap bedug endang sangat khawatir hilangnya seni Budaya asal Pandeglang , adanya virus Corona membuat kami sangat khawatir karena semua kegiatan kami tidak bergerak karena semuanya dibatasi ini menjadi dilema buat seniman untuk berkarya ,Minggu (22/3).

Himbauan pemerintah terhadap masyarakat agar stay at home, berdiam diri dirumah,dengan tujuan baik yaitu agar menekan penyebaran virus covid 19. Akan tetapi pemerintah harus melihat dan memperhatikan dengan kondisi masyarakat, ratusan orang bahkan ribuan orang akhir nya menjadi pengangguran tetap dirumah.

Himbauan sektor pariwisata lumpuh karna di lockdown, para pekerja Event Organizer lumpuh total karna pelarangan melakukan kerumunan masa, apalagi para penggiat seni yang notabene hidup bergantung pada panggung dan panggung mereka menjadi pengangguran di negeri nya sendiri.
Menghadapi kondisi seperti ini, kedepan seharus nya pemerintah menyiapkan program2 bagi para pekerja seni atau penggiat seni melakukan pembinaan, katakan saja program usaha unit seni untuk mendongkrak ekonomi kreatif bagi para penggiat seni.

Dikatakan Endang penggiat seni rampak bedug Pandeglang “Lalu apa kabar dengan program fasilitasi seni ? Yaitu fasilitas dimana sanggar atau komunitas budaya diberikan panggung untuk melakukan sebuah pertunjukan baik dari kementrian kebudayaan, provinsi, hingga kabupaten. Apakah anggaran tersebut terserap dan tersalurkan tepat sasaran atau silva dikembalikan kepada kas negara sesuai waktu yang ditentukan. Melihat larangan melakuakan sebuah event

Masih kata Endang ,DPR sebagai Dewan Perwakilan Rakyat seharus nya anda merakyat, tugas anda adalah bagaimana melakuakan terobosan demi kepentingan kebudayaan, tugas anda bagaimana membuat PERDA kebudayaan di daerah sendiri, bukan anda berlaga menjadi ketua komunitas kebudayaan yang bermuatan politik agar anda di pandang memiliki masa dari orang budaya dalam menghadapi PILBUB ini. saya jijik melihat pergerakan itu. Padahal anda sudah dua tahun menjabat dprd kabupaten pandeglang, di komisi IV dalam urusan kebudayaan… jika anda peduli terhadap seni dan budaya kenapa anda tidak memperjuangkan PERDA KEBUDAYAAN sesuai dengan amanat Undang-Undang Kebudayaan Nomor 5 . Jika itu sangat sulit diterapkan oleh kekuasaan anda setidak nya anda bisa merekomendasikan kepada dinas terkait agar membuat naskah Pokok-pokok pikiran Kebudayaan dan di serahkan kepada bupati agar menjadi perbup. Secuil kerja anda akan selalu dikenang sepanjang sejarah kebudayaan di pandeglang, bukan menjual suara seolah mempunyai kekuatan.

Persoalan seniman atau pekerja dan atau penggiat seni, dituntut tidak harus bergantung pada pemerintah,selalu diri nya berada di belakang pemerintah seperti “KENTUT” ya itu memang betul, para pekerja seni harus bisa dan mampu menciptakan lapangan pekerjaan sendiri untuk memenuhi hidup nya sendiri. Seyogya nya para pekerja seni tidak cengeng menghadapi musibah ini, kita harus bertahan dalam keadaan ini, semoga kita bertahan terhadap negeri Corona ini ungkapnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *