Sunday, May 31

PDAM Tirta Berkah Akan Berubah Jadi Perumdam

Bersih.id Pandeglang – Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Berkah selama ini merupakan Perusahaan milik Pemerintah Daerah Kabupaten Pandeglang. Dimana segala seluk beluk laporan managerial biasanya langsung dilporkan kepada bupati.

Akan tetapi tidak lama lagi Tirta Berkah akan berubah sistem management nya menjadi Perusahaan Umum Daerah Air Minum (Perumdam) Tirta Berkah, dimana pimpinan Perumdam ini akan melaporkan seluruh kegiatannya tidak langsung ke bupati , melainkan bisa melalui ke Kepala Bagian Ekonomi atau bisa pula ke Bawasda(inspektorat daerah Pemkab Pandeglang) dan Dewan Pengawasnya pun cukup hanya satu yaitu Sekda (sekretaris daerah) Pandeglang. Hal lain dikarenakan perusahaan ini belum bisa mencapai sambungan langganan sebanyak 30.000 langganan ,melainkan baru mencapai 22.400 langganan.

Demikian diungkapkan Kepala Bagian Administrasi dan Keuangan PDAM Tirta Berkah Pandeglang, Hi.Euis Yuningsih kepada wartawan ini di ruang kerjanya, Selasa(7/1/2020) kemarin.

“sebetulnya perubahan perusahaan daerah menjadi perusahaan umum daerah seharusnya dilaksanakan pada 2014 beberapa tahun lalu, akan tetapi saat itu perbupnya belum selesai, sehingga pada tahun 2020 inilah baru akan dilaksanakan, ini pun tinggal menunggu persetujuan DPRD Pandeglang” ujar Euis Yuningsih.

Masih kata dia, setelah menjadi perusahaan umum daerah, maka secara otomatis Dewan Pengawasnya pun cukup hanya dijabat oleh satu orang saja ,yakni Sekda Pandeglang. Sebelumnya di PDAM ada tiga direktur yaitu Dirut, dirum, dan direktur teknis.

Sedangkan kata Euis Yuningsih saat ini hanya dipimpin oleh Dirut saja yang kini dijabat oleh Ujang Sumawinata. Hal lainnya bila statusnya masih perusahaan daerah maka masa jabatan direktur utama hanya 3 tahun. Akan tetapi bila sudah menjadi Perumdam ,maka masa jabatan Dirut menjadi 5 tahun. Demikian pula masa jabatan dewan pengawasnya pun sama menjadi 5 tahun.

Pada kesempatan itu pula Hj.Euis Yuningsih mewakili managemen Tirta Berkah ,meminta maaf kepada seluruh pelanggannya, pasalnya proses pelayanan di 2019 lalu, pihaknya dimungkinkan kurang memuaskan akibat banyak gangguan, terutama kepada para pelanggan yang ada di wilayah Kecamatan Menes, Labuan, dan Panimbang.

Semua itu akibat beberapa faktor diantaranya selama di 2019 Sejumlah Wilayah Pandeglang dilanda kekeringan cukup lama, sehingga debit air yang menjadi sumbernya pun ikut berkurang, yakni seperti mata air di Karang Tanjung, Citaman, Cipicung, Ci Raab, dan sumber mata air Cipanggeti.

Selain itu pula sejumlah pipa menjadi terganggu akibat adanya program pelebaran jalan, dimana sejumlah pipa milik Tirta Berkah ditanam di areal yang dijadikan pelebaran jalan tersebut. Selain itu ada sejumlah pipa di Cikoromoy yang usianya sudah lebih dari 20 tahun dan harus diganti, termasuk masih ada pula acp berdiameter 10 inchi yang juga harus diganti dengan pipa berdiameter lebih besar.

Namun demikian tambah Euis Yuningsih, selama para pelanggan tidak teraliri air akibat gangguan tersebut, maka tidak dibebankan melakukan pembayaran apa pun. Kemudian sebagai kompensasinya ,pihak Tirta Berkah pun mengirim mobil tangki air untuk memenuhi kebutuhan air bersih kepada para pelanggan yang terganggu pelayanannya akibat adanya gangguan tersebut. Hal itu sebagai mana diatur dalam perbup nomor 24 Tahun 2015.

“Contoh para pelanggan yang ada diwilayah Kecamatan Sobang, hampir 3 bulan mereka tidak terlayani , sehingga pihak management tidak memungut pembayaran apa pun dari para pelanggannya, meskipun selama itu pula pihaknya hampir setiap hari selama gangguan terjadi , mengirim sejumlah kendaraan tangki berisi air bersih diperuntukan para pelanggan. Tentu saja gratis”pungkasnya.

Penulis :asepwe

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *