Dua Srikandi Pendekar Wanita Banten Berbudi Pekerti Tinggi

Bersih.id Lebak – Dua gadis berparas manis ini ternyata masih kakak adik alias kembar. Usianya telah beranjak remaja atau 26 Tahun. Dan keduanya masih perawan ting-ting.Tetapi siapa nyana bahwa kedua gadis remaja ini adalah pelatih di Paguron Persilatan Satria Pamungkas, dan alamat rumahnya persis tepat depan SPBU Rumbut, Kecamatan Cibadak,Kota Rangkasbitung ,Kabupaten Lebak ,Propinsi Banten , Jalan Raya Rangkasbitung-Pandeglang.

Nova Septia Lestari , lulusan sarjana jurusan administrasi negara, senyumannya manis ,tetapi sopan ramah dan tidak sesangar yang kita bayangkan, sebab meskipun kedua gadis tersebut memiliki keahlian dibidang bela diri silat dan debus, ternyata gadis hideung santen(hitam manis) saat ini bekerja di Dinas Perhubungan Propinsi Banten, walau masih tenaga honorer. Juga sebagai Ketua Ipsi tingkat kecamatan Cibadak ,Rangkasbitung.Dan Ketua Srikandi Rangkasbitung.Ketika berbincang-bincang dengan redaksi Bersih di kediamannya ,Sabtu 4 Januari 2020.

Nova Septia Lestari mengatakan, tiada salahnya wanita pun jika memiliki ilmu bela diri seperti silat, dan lain-lainnya. Terpenting dirinya (kaum wanita-red) tidak melupakan kodratnya sebagai kaum ibu.Dan masih kata Nova, sesungguhnya yang dimaksud ilmu bela diri bagi wanita itu relatif cukup luas , sebab selain harus kuat, sabar dan membiasakan melatih gerakan anatomi tubuh supaya tetap sehat, dan penuh konsentrasi. Juga harus dibarengi dengan ilmu tenaga dalam, jurus-jurus silat mematikan, serta gerakan-gerakan lincah yang harus mampu dimiliki oleh pesilat.

Namun demikian ada beberapa karakter wanita yang bisa dikategorikan sebagai ilmu bela diri, yakni bertaqwa pada Tuhan Yang Maha Esa, melakukan silaturahmi ke sanak saudara dan keluarga,bertutur budi bahasa yang baik, ramah, bisa mempertahankan kehormatan serta berjiwa besar, memiliki wawasan keilmuan yang luas, dan berbagai keahlian tata boga(masak, bikin kue-kue), menjahit maupun berbagai ilmu teknologie positif,sesuai yang diperlukan pada era sekarang.

“Kerna kaum ibu itu adalah merupakan guru pertama dan paling dekat dengan anak-anaknya yang dilahirkannya. Jika kaum ibu nya baik dan ber-ahlakulkarimah, maka akan baiklah suatu generasi bangsanya. Sebaliknya jika ahlak kaum wanitanya pada bejad, maka hancurlah generasi suatu bangsa”ujar Nova berpilsafat.

Senada diungkapkan Novi Septia Lestari, gadis manis lulusan sarjana yang sama jurusannya dengan kakaknya ,yaitu sosial politik dan administrasi negara serta kini bekerja disebuah perusahaan mitra Telkom yang ada di Tangerang.Dirinya mengatakan, sesuai apa yang dikatakan oleh Nova (kakaknya), bahwa kaum ibu tidak mesti diasumsikan sebagai mahluk yang lemah, tetapi kaum ibu juga harus kuat perkasa seperti laki-laki, yaitu kuat iman dan ketaqwaan pada Tuhan Yang Maha Esa, kuat menahan hawa nafsu serta harus mampu mempertahankan kehormatannya, juga tiada salahnya bila berprestasi disegala bidang bersama-sama dengan kaum pria, maka para wanita atau khususnya kalangan remaja pun harus memiliki sifat mencintai seni budaya asli milik Bangsa Indonesia, salah satunya seni bela diri silat maupun Bebus Banten.

Menurut gadis yang juga selaku Wakil Ketua Srikandi Kabupaten Lebak,Dengan bertaqwa pada Tuhan Yang maha Esa, dan setelah dirinya dibekali ilmu bela diri silat maupun debus. Maka kemana dan dimana pun ia berada, insha Alloh tidak akan mengenal rasa takut, kecuali apabila dirinya melakukan kesalahan dan dosa.”Saya bekerja di wilayah Tangerang dan hidup ngontrak sendiri alias jauh dari orang tua. Tapi saya tetap berani dan sanggup hidup mandiri” tuturnya.

Ditanya sosok calon suami yang seperti apa yang diharapkannya. Nova dan Novi menjawab.Yang penting calon suami idamannya itu adalah se agama, memiliki pekerjaan tetap dan memiliki sifat tanggung jawab.

“Juga saling cinta dan menyayangi”pungkasnya.Sementara menurut ibunda dari kedua gadis kembar tersebut, yakni Ratu Harum Sari, kepada wartawan ini mengatakan, sesungguhnya Ayah kandung kedua gadisnya itu telah lama pergi meninggalkannya( maaf ,kepada kabar daerah.com dirinya tak bersedia mempublikasikan nama mantan suaminya, karena suatu alasan tertentu-red).

Menurut wanita yang mengaku sebagai Ketua Dharmawanita di tingkat nasional (dharma wanita yang suaminya tergabung dalam ikatan pencak silat Indonesia(Ipsi) maupun Asosiasi Debus Banten Indonesia-red) tersebut, dirinya juga adalah keponakan dari Pendiri ttkdh(Tjimande Tarikolot Kebon Djeruk Hilir) Syarif Geber.

Dirinya ditinggalkan suaminya sejak kedua putrinya tersebut masih berumur dua bulan(bayi).Tetapi dengan penuh ketabahan dan kesabaran, hingga kini kedua anaknya telah beranjak remaja.Dan sekedar untuk diketahui saja, Ratu Harum Sari juga adalah pegiat ,pecinta dan pelestari seni budaya debus Banten dan silat ,yakni seni budaya asli Indonesia.Meskipun usianya masih sekitar 45 tahunan, akan tetapi oleh para jawara di Banten, dirinya telah dianggap sebagai sesepuh atau tokoh dunia persilatan di Nusantara ini.

Selain memiliki ilmu kebal serta mampu menarik sebuah kendaraan roda empat dengan cara rambut dikepalanya disambungkan dengan tali yang diikatkan ke bagian sebuah mobil, lalu diseret sejarak ratusan meter hingga mobil tersebut bisa melaju.

Dirinya mengatakan, pokok pertama apabila ingin memiliki ilmu bela diri silat maupun debus, paling utama harus memiliki sifat keihlasan(tawadlu/menerima dengan rasa syukur kepada Alloh yang telah menciptakan dirinya, berikut seluruh mahluk yang ada di alam semesta ini .Selanjutnya sering bersilaturahmi dengan sesama manusia lainnya, saling menghargai dan menghormati. Juga saling tolong menolong dalam hal kebajikan. Dan harus cinta alam serta melestarikannya.

“Dan jika siapa pun yang ingin gabung dalam ADBI(assosiasi debus Banten Indonesia) tentu saja harus beragama Islam. Sebab ,salah satu sarat mutlak apabila para pesilat atau bermain debus adalah membaca kalimat Syahadat, serta tidak boleh terlepas dengan berdoa atau bersolawat kepada Kanjeng Nabi Muhamad SAW” tutupnya.

Panulis asepwe

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *