Monday, September 28

Perusahaan Mebel di Lebak Buang Limbah ke Pemukiman Warga

Bersih.id Lebak – Warga di Desa Nameng, Kecamatan Rangkabitung, Kabupaten Lebak mengeluhkan adanya limbah dari pabrik pengolahan mebel yang mencemari lingkungan. Limbah dari PT Seijin Lestari Furnuture ini dikeluhkan warga sejak beberapa tahun terakhir.

Pantauan dilokasi Kamis 12 Desember 2019 pekan kemarin, puluhan tanaman pisang layu akibat terkena buangan limbah dari kotoran mebel yang setiap beroperasi dibuang ke tanah milik warga. Sementara itu, aktifitas warga yang rumahnya tak jauh dari lokasi juga terkena dampak dari polusi debu kotoran tersebut yang berterbangan.

Limbah dari PT Seijin Lestari Furnuture tersebut dikeluhkan warga sejak beberapa tahun terakhir. Limbah kotoran dari pabrik tersebut sengaja dibuang ke tanah yang tak jauh dari area pemukiman rumah warga sehingga terjadi pencemaran. Selain itu, limbah kotoran kayu tersebut juga menimbulkan debu dan gatal-gatal saat warga hendak melintas di dekat area tersebut.

Kabarnya perusahaan yang memproduksi kursi mebel tersebut berdiri sejak 2014 yang lalu. Mesin pipa besi dan pipa paralon pembuangan limbah perusahaan diarahkan ke area pemukiman warga, sehingga mencemari lingkungan warga sekitar pabrik.

Saaat ditemui wartawan, Badrudin (40) tahun salah seorang Warga Cikamal Desa Nameng, Kecamatan Rangkasbitung mengaku sudah sering mengadukan keluhan terkait pembuangan limbah yang dibuang ke pemukiman warga. Menurut Badrudin limbah tai regaji itu sangat menggangu kesehatan warga karena debunya sering berterbangan.

“Kalau bisa ada konfensasi terkait keluhan warga, pernah ada warga yang terkena sesak napas karena dampak dari limbah itu. Kalau bisa blowernya dipindahkan ke tempat lain, sehingga tak mengganggu warga sekitar.”tutur Badrudin kepada tagar, Kamis 12 Desember 2019.

Masih kata Barudin dirinya kerap kali datang ke perusahaan jikalau banyak keluhan warga karena limbah tersebut, tapi hal itu menurutnya percuma karena tak digubris oleh pihak perusahaan. “Saya sudah sering mengadu tapi gak ditanggapi. Palingan perusahaan ngasih dana lingkungan pertahun Rp.30.000 ribu setahun untuk per keluarga,”terang Badrudin,

Selain itu, kata Badrudin bahwa suara berisik dari pabrik PT Seijin Lestari Furnuture tersebut juga kerap menggangu pendengaran warga, karena beberapa meter jarak dari pabrik tersebut terdapat Sekolah Agama dan Majlis Ridhatul Ibtida.

“Waduh mas, kalau kita lagi mengaji dan sholat suka ke ganggu, kebetulan di deket pabrik ada sekolah agama dan pengajian. Suaranya udah gak kedenger harus menggunakan mic.’’beber Badrudin.

Hal yang sama diungkapkan Rajiman (42) tahun, dirinya mengakui sangat terganggu dengan berdirinya pabrik yang limbahnya dibuang ke pemukiman warga. Menurut Rajiman banyak pohon-pohon milik warga mati akibat limbah yang dibuang ke area rumah warga. Dia berharap perusahaan bisa lebih bijak dalam mengelola usahanya agar tak mengganggu warga sekitar.

“Kita tak mempermasalahan berdirinya perusahaan, tapi kalau bisa perusahaan juga pengertian. Kita kalau ada yang mengarahkan untuk demo, kita demo.”ujarnya.

Ditambahkan Rajiman bahwa warga yang terkena dampak pencemaran dari perusahaan PT Seijin Lestari Furnuture tersebut ada sekitar 180 Kartu Keluarga (KK) yang tersebar dari dua Kampung dan empat (4) Rt. “Banyak warga di sini kalau melintasi pabrik suka gatal-gatal pada kulit,”terangnya,

Di tempat terpisah, Pejabat Sementara (PJS) Lurah Nameng Yayan mengakui bahwa memang warga kerap kali mengadukan keluhanya ke dirinya. Akan tetapi dirinya juga tak bisa berbuat banyak dalam memberikan solusi kepada warganya.

“Saya soalnya baru PJS, terus ya hanya bisa menyampaikan ke perusahaan. Tapi tak ditanggapi.”ucapnya.

Sementara itu. Salah seorang Manajaemen dari perusahaan PT Seijin Lestari Furnuture Adnan belum bisa menerima aduan warga karena memang harus dilaporkan ke pimpinannya yang lebih tinggi. “Nanti saya laporkan dulu ke bagian yang memang mengurusi itu, saya gak tau ada warga yang mengeluh,’’pungkasnya dengan nada agak kesal.

Menanggapi hal tersebut Kabid Penataan dan Peningkatan Kapasitas Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Lebak Dasep Novian akan segera mengirimkan tim investigasi terkait pengaduan warga. Dirinya juga baru menerima laporan pengaduan ini. Menurutnya seandainya memang benar ada pencemaran dari pabrik kayu, dia akan menindak tegas perusahaan tersebut.

“Bila memang terbukti melanggar kami akan tindak tegas sesuai aturan, besok kita akan ke lokasi yang terkena dampak limbah.”tutupnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *