Maju Caketum Golkar, Dicky Loupatty Sebut Tidak Ada Munas Tandingan

BERSIH.ID JAKARTA – Bakal Calon Ketua Umum Partai Golkar (PG) Derek Loupatty, SH menghimbau kepada seluruh kader Partai Golkar, khusus Bakal Calon Ketua Umum yang akan maju dalam kontestasi pemilihan Ketum PG Munas X 2019 agar bersaing mengemukakan Visi dan Misinya sebagai Caketum. Tahapan dan prosesnya telah diatur secara baik oleh Panitia Penyelenggara Munas X sesuai AD dan ART Partai Golkat.Bahkan Dewan Pimpinan Partai (DPP) Partai Golkar sudah melakukan pleno menetapkan materi munas sesuai dan mari kita hargai dan ikuti sebagai kandidat.

“Sebagai kandidat saya mengajak emua kader untuk mendukung dan mensukseskan Munas X PG tahun 2019. Sebagai Bakal Calon saya tidak melihat ada yang dilanggar terutama tatib Pemilihan Ketum PG. Rancangan materi Munas sudah sesuai AD-ART Partai Golkar, terutama menyangkut Syarat Dukungan 30% secara tertulis harus dipenuhi Bakal Calon Ketum PG. Apabila ada opsi lain ya silahkan kita bersabar dan serahkan ke Peserta Munas X PG. Biar mekanisme yang akan diputuskan dimunas.Tapi menurut saya adanya dukungan tertulis 30 % adalah adalah kewajiban yang harus dipenuhi oleh kita sebagai kandidat, saya mendukung itu, “kata Derek Loupatty alias Dicky kepada wartawan usai mendaftarkan diri di Kantor DPP Partai Golkar, Jakarta, Jumat 29 November 2019.

Menurutnya seandainya persyaratan yang diberikan sangat mudah untuk dipenuhi, salah satunya persyaratan dukungan tertulis minimal 30 peresen pemegang hak suara di Munas X Partai Golkar, tinggal bagaimana Kandidat Caketum punya strategi meyakinkan pemilik suara .

“Mari kita debat konsep dan gagasanuntuk membangun Golkar dan jadikan Munas X sebagai wadah pendidikan politik bagi kader dan warga negara.”ajaknya.

Dia juga telah mandapatkan informasi bahwa sudah ada delapan (8) kandidat yang telah mengambil formulir termasuk dirinya. Dari tahapan penjaringan ini kata Loupatty demokrasi di internal Partai Golkar itu berjalan dengan baik, tidak ada hal-hal yang diarahkan untuk memenangkan kandidat tertentu, kita harus berfikir positif ke depan.

“Biarlah peserta Munas X yang memutuskan siapa Ketum PG yang dikehendaki periode 2019-2024 karena itulah hak mereka.
Semoga Munas ke X Partai Golkar bisa membawa harapan baru pembangunan dan pendidikan politik bagi kader Partai Golkar, dan rakyat Indonesia.”terang Dicky Loupatty.

Masih kata Dicky GOLKAR partai yang matang di usia ke 55 tahun, yang memberikan pendidikan politik kepada kader dan rakyat. Ia berharap Kader Golkar lebih mengedepankan watak setia kawan, walaupun berbeda tapi tetap satu dan sesuai dengan simbol pohon beringin yakni Persatuan Indonesia, sebagai mana lambang sila ke 3 Pancasila .

Kalau pengalaman saya di DPP PG sudah dua periode, pernah juga menjabat Wasekjen DPP AMPI dan Wasekjen Soksi, dan sekarang Waketum PP AMPG. Dan KTA PG sudah ada dari era kepemimpinan Ketum pak Jusuf Kalla ujar Derek.

Derek merupakan kader dari partai beringin. Dia juga menjabat sebagai Koordinator Bakumham Partai Golkar untuk Indonesia Bagian Timur. Ia mengaku telah mendaftar sebagai bakal calon ketua umum Partai Golkar, karena konstitusi partai memberi peluang bagi kader.Kata Derek dirinya siap memberi gagasan – gagasan baru untuk membangun Golkar ke depan, bangsa dan negara.

“Saya diberikan ruang oleh konstitusi partai karena saya sebagai kader partai. Kedua saya sendiri adalah salah satu Bakal Calon dari Wilayah Timur sebagai kader Golkar yang asalnya dari Maluku,” tegas Derek.

Terakhir, ia mengatakan ada gagasan, visi, dan misi besar yang ditawarkan sehingga berani maju sebagai bakal calon ketua umum Golkar.

“Mudah-mudahan visi dan misi saya bisa diterima pemilik suara pada Munas – X PG 2019. Saya optimis bila kita ingin berbuat dan mengabdi bagi GOLKAR , Bangsa dan Negara apapun perbedaan mari kita selesaikan, Munas Tandingan bukan solusi terbaik, tapi mensukseskan Munas X PG adalah target yang harus dicapai demi membangu Bangsa dan Negara, ungkap Derek Loupatty.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *