Akbar Tandjung: Miliki Semangat Kerja, Jokowi Pantas Didukung Partai Golkar

Kegiatan “Pemantapan Ideologi Kebangsaan dan Kepartaian Bagi Fungsionaris Partai dan Masyarakat Umum”, yang diselenggarakan oleh Partai Golkar, Sabtu (12/1/2019). (Foto: Ist)

Jakarta, BERSIH.ID — Presiden Joko Wododo pantas mendapat dukungan seluruh Partai Gokar karena memiliki semangat kerja, kerja dan kerja. Semangat kerja tersebut sama dengan semangat karya dan kekaryaan yang dianut oleh Partai Golkar.

“Karena itu, Pak Jokowi sudah sepantasnya mendapat dukungan penuh dari Partai Golkar,” ujar politisi senior Partai Golkar Akbar Tandjung, dalam acara “Pemantapan Ideologi Kebangsaan dan Kepartaian”, di Jakarta, Sabtu (12/1/2019).

Acara yang diselenggarakan oleh Caleg DPR RI Partai Golkar nomor urut 2 dari Dapil Jakarta-1 (Jakarta Timur), Erwin Ricardo Silalahi itu diikuti oleh peserta dari 6 kecamatan se-Jakarta Timur. Selain Erwin, hadir dalam acara itu, yakni Wakil Sekjen DPP Partai Golkar dan juga Sekretaris Badan Kajian dan Strategis Intelijen DPP Partai Golkar, Viktus Murin.

Akbar mengatakan bahwa selain memiliki semangat kerja dan kerja, Presiden Jokowi juga terbukti memiliki komitmen pada Pancasila. Hal itu terlihat dari kebijakan Jokowi yang membentuk Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP).

Selain itu, kata Akbar, Presiden Jokowi juga memiliki sikap yang responsif terhadap para korban bencana alam di Indonesia. Hal tersebut, kata Akbar, terbukti saat bencana tsunami di Pandeglang, Banten beberapa waktu lalu. Saat itu, Wakil Ketua Dewan Kehormatan Partai Golkar itu sedang berada di Banten, untuk memenuhi sebuah undangan. Namun, saat Akbar sudah kembali ke Jakarta, Presiden Jokowi sudah berada di Pandeglang, Banten, untuk mengunjung penduduk di sana. “Ini menunjukkan bahwa Pak Jokowi itu responsif terhadap masyarakat yang terkena bencana,” ujarnya.

Selanjutnya, terkait pembangunan infrastruktur, Akbar mengatakan, jalan dari Jakarta menuju Jogyakarta itu sebelumnya bisa ditempuh melalui perjalanan darat selama 14 jam. Namun, saat ini, jarak tersebut bisa ditempuh hanya dalam waktu sekitar 8 jam saja.

Akbar mengatakan, dukungan terhadap Jokowi untuk kembali memimpin terjadi dalam forum tertinggi partai, yaitu Rapimnas Golkar. Selain itu, ada juga forum lainnya seperti Munas dan Kongres.

Selain memenangkan Jokowi, Akbar juga meminta pada peserta untuk ikut memenangkan Partai Golkar pada pemilu 2019 mendatang. Karena, kata Akbar, kemenangan Partai Golkar di DPR dapat membawa perubahan bagi bangsa dan negara ini. “Peranan DPR itu sangat sentral. DPR itu mempunyai fungsi legislasi, budget dan pengawasan. Jadi, kalau mau kehidupan bangsa dan negara ini berubah, maka menangkan Golkar pada pemilu mendatang,” ujar Akbar.

Menurutnya, politik sesungguhnya bukan hanya alat untuk meraih kekuasaan, tetapi merupakan alat untuk membangun kesadaran dalam kehidupan berbagsa dan bernegara. Selain itu, politik juga dibutuhkan dalam rangka membangun kesejahteraan dan keadilan rakyat.

Sementara itu, Erwin Ricardo Silalahi mengatakan bahwa sebagai partai moderen dan tertua di Indonesia, Partai Golkar harus memantapkan pijakan ideologisnya. Sebagaimana basis ideologi historis kelahirannya, Partai Golkar memang hadir untuk menjadi “pengawal dan benteng Pancasila”.

Menurut Erwin Ricardo yang juga dari perspektif substansi demokrasi, partai politik sejatinya merupakan pilar utama kehidupan demokrasi yang memiliki tugas pokok dan fungsi sebagai pilar demokrasi.

“Melalui parpol,  proses demokrasi bergulir sebagai manifestasi dari penegakan kedaulatan rakyat. Jadi, tupoksi parpol bermuara pada ikhtiar memperkuat posisi warga negara  sebagai pemegang kedaulatan tertinggi,” ujar Erwin Ricardo.

Sebagai partai moderen tertua di Indonesia,  lanjut Erwin Ricardo, Golkar secara konsisten, terus-menerus, dan terukur menyelenggarakan berbagai kegiatan yang bertujuan melakukan pencerahan politik kepada anggota, kader, dan juga kepada warga masyarakat. “Kegiatan pemantapan ideologi kebangsaan dan kepartaian ini merupakan bagian dari tanggung jawab ideologis Partai Golkar,” tegas Erwin Ricardo yang juga Wakil Ketua Umum Depinas SOKSI.

Sementara itu, saat berbicara di hadapan lebih dari 100 peserta kegiatan tersebut, Wakil Sekjen DPP Partai Golkar yang juga Sekretaris Badan Kajian Strategis dan Intelijen (Bakastratel) DPP Partai Golkar, Viktus Murin, mengingatkan bahwa negara-bangsa yang kita diami sekarang ini merupakan “warisan” dari Para Pendiri Bangsa. Karena itu, kita berkewajiban menjaga keutuhan, dan memajukan keberadaannya untuk kesejahteraan bersama, sekaligus bermanfaat bagi pergaulan hidup antar-bangsa di dunia.

Pada akhir pemaparannya, Viktus menitip sebuah pesan yaitu, “Setiap generasi bangsa akan bertanggung jawab pada generasi sesudahnya. Jika tidak bisa bertanggung jawab, maka punahlah generasi bangsa itu”. (Very)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *