Sore Ini, Majalah NARWASTU Beri Penghargaan untuk “21 Tokoh Kristiani 2018”

Jonro I. Munthe, Pemimpin Redaksi/Pemimpin Umum Majalah Narwastu. (Foto: Ist)

Jakarta, BERSIH.ID — Keluarga besar Majalah Kristiani NARWASTU kembali merayakan Natal dan Tahun Baru 2019 bersama, di Graha Bethel, Jalan Ahmad Yani Kav. 65, Cempaka Putih Timur, Jakarta Pusat, pada Jumat sore, 11 Januari 2019.

Acara ini akan bersamaan dengan pemberian penghargaan (award) kepada “21 Tokoh Kristiani 2018” pilihan Majalah NARWASTU.

Pemimpin Umum sekaligus Pemimpin Redaksi NARWASTU, Jonro I. Munthe mengatakan bahwa ke-21 tokoh Kristiani 2018 Pilihan NARWASTU diharapkan ikut terus berkontribusi demi kebaikan bangsa dan negara ini.

“Ketika tokoh-tokoh tersebut terpilih berarti mereka harus terus memuliakan atau menyembah Tuhan di dalam kehidupannya sehari-hari. Orang yang menyembah Tuhan itu sama dengan orang yang mencari lebih dahulu kerajaan dan kebenaranNya. Dan mereka akan mendapatkan kasih dan berkat Tuhan. Para tokoh pilihan NARWASTU ini kita harapkan dan doakan supaya menjadi garam dan terang di tengah sesama dan di negeri ini,” ujar Jonro, yang merupakan alumnus Institut Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (IISIP) Jakarta dan peraih award Majelis Pers Indonesia (MPI) sebagai “Jurnalis Muda Motivator 2009” ini.

Acara tersebut mengambil tema “Kami datang untuk menyembah Dia (Tuhan Yesus Kristus)”. Hadir sebagai pemberita Firman Tuhan, yaitu Pdt. DR. Nus Reimas, Pembina Majalah NARWASTU.

Menurut Jonro Munthe, tema itu dipilih karena sangat relevan dengan kondisi atau keadaan gereja, bangsa dan masyarakat kita saat ini.

“Ada banyak persoalan di negeri ini, seperti bencana alam, kasus korupsi, pesawat jatuh, perpolitikan yang makin memanas menjelang Pemilu 2019 dan bahaya narkoba. Dan, manusia atau penguasa tak punya kemampuan untuk mengatasi ini kalau kita tidak melibatkan Tuhan. Karenanya, kita harus datang dengan rendah hati dan berdoa menunjukkan rasa hormat kepada Dia (Tuhan) yang maha rahmat supaya negeri ini dipulihkanNya,” pungkasnya.

Salah satu peraih penghargaan “Tokoh Kristiani 2018” itu adalah tokoh muda Katolik, Viktus Y.K. Murin, S.Pd. Pria asal Nusa Tenggara Timur (NTT) ini, lahir di Kabupaten Lembata, NTT, pada 1 Januari 1969. Kiprahnya sebagai tokoh muda nasionalis, telah muncul sejak era Orde Baru. Dia dikenal sebagai aktivis mahasiswa yang kritis dan vokal. Bersama mahasiswa dan kelompok prodemokrasi, Viktus Murin ikut berjuang menurunkan penguasa Orde Baru pada 1998 silam.

Dia aktif di organisasi kemahasiswaan. Misalnya, menjadi aktivis Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Cabang Kupang (1992-1996), Ketua Komite Kaderisasi Presidium GMNI (1996-1999) dan Sekjen Presidium GMNI (1999-2002).

Tak heran kemudian jika Theo L. Sambuaga, Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Golkar waktu itu, tertarik pada sosok muda ini dan kemudian mengajaknya untuk bergabung bersama Partai Golkar. Sejak saat itulah, alumnus S1 di Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) di Universitas Nusa Cendana (Undana), Kupang, program  Studi Bahasa dan Sastra Indonesia (1995) itu mulai menempa asketisme politik.

Karir politinya di Golkar terus menanjak. Dia mengawalinya dari menjadi Pemimpin Redaksi website Partai Golkar, www.golkar.or.id, pada tahun 2008-2009. Wakil Sekjen DPP Angkatan Muda Pembaharuan Indonesia (AMPI) pada 2003-2008 ini, pada 2011 lalu menjadi Calon Wakil Bupati Lembata bersama Calon Bupati Herman Y.L. Wutun, tokoh senior asal Lembata, yang diusung oleh Partai Golkar.

Kini, penulis buku “Mencari Indonesia Balada Kaum Terusir” (Pengantar Menpora RI, Dr. Adhyaksa Dault/2005) ini dipercaya sebagai Wakil Sekjen DPP Partai Golkar Bidang Kajian Strategis dan Intelijen. Saat ini dipercaya sebagai Ketua Bidang Litbang Depinas Sentra Organisasi Karyawan Swadiri Indonesia (SOKSI) yang akan mempersiapkan Rapimnas pada 25-27 Januari 2019 mendatang. (Very)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *