Pelantikan Kepala BNPB Doni Monardo Ditunda

Doni saat ini menjabat sebagai Sekjen Dewan Ketahanan Nasional (Wantanas). (Foto: Ist)

Jakarta, BERSIH.ID — Acara pelantikan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) yang akan dilakukan di Istana, pada hari ini, Rabu (2/1/2019) pukul 09.00 WIB ditunda. Tidak diketahui alasan penundaan pelantikan tersebut.

Sebelumnya surat resmi pemberitahuan pelantikan tersebut telah disebar kepada para Ajudan/Sespri/Staf Protokol Senior dari Pimpinan Lembaga Negara, Para Menteri dan Setingkat, serta LPNK.

Dalam suratnya yang disebarkan Bagian Undangan, Biro Protokol Setpres, disebutkan bahwa Presiden akan melantik Kepala BNPB pada Rabu pagi.

Sebelumnya, Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho membenarkan acara pelantikan tersebut. Namun dia mengatakan, tidak mengetahui siapa pengganti Kepala BNPB saat ini.

“Saya tidak tahu siapa pengganti Kepala BNPB saat ini, Pak Willem Rampangilei dengan pengganti yang baru. Semua itu kewenangan Presiden,” ujarnya Selasa malam.

Sutopo mengatakan bahwa jabatan kepala BNPB adalah setingkat menteri sehingga pemberhentian dan pengangkatan Kepala BNPB adalah kewenangan Presiden. Kepala BNPB langsung bertanggung jawab kepada Presiden. Fungsi BNPB sangat strategis karena BNPB memiliki fungsi koordinasi, komando dan pelaksana dalam penanggulangan bencana, baik tahap pra bencana, tanggap darurat dan pascabencana. Itu semua diatur dalam UU No 24/2007 tentang Penanggulangan Bencana dan PP No 21/2008 tentang Penyelenggaraan Penanggulangan Bencana.

“Tidak mudah mengemban tugas sebagai kepala BNPB itu. Sebab bencana itu multi disiplin, multi sektor dan kompleks. Apalagi Indonesia berada di daerah ring of fire, daerah tropis, kepulauan dan sebagai laboratorium bencana. Bencana adalah keniscayaan. Pasti terjadi bencana setiap tahunnya, rata-rata hampir 2.500 kejadian bencana setiap tahun. Apalagi budaya sadar bencana dan tingkat kesiapsiagaan masyarakat dan pemda masih rendah. Jutaan masyarakat Indonesia tinggal di daerah rawan bencana dengan kemampuan mitigasi yang masih minim,” ujar Sutopo.

Untuk itu, kata Sutopo, perlu dukungan semua pihak termasuk unsur pemerintah pusat, pemda, masyarakat dan dunia usaha.

“Siapapun yang menjadi Kepala BNPB kita harus dukung. Keluarga besar BNPB dan BPBD se-Indonesia siap menyambut dan mendukung Kepala BNPB baru. Tak lupa juga mengucapkan terima kasih dan apresiasi kepada Kepala BNPB yang lama,” ujarnya.

Menurut Sutopo, banyak capaian dan prestasi BNPB selama kepemimpinan Willem. Tentu semua itu bisa dilanjutkan dan dikembangkan. Banyak tugas yang harus diselesaikan Kepala BNPB yang baru nanti. Antara lain relokasi dan penanganan pengungsi erupsi Gunung Sinabung, rehabilitasi dan rekonstruksi pascagempa di NTB dan Sulawesi Tengah, penanganan darurat dan pascabencana tsunami Selat Sunda, meningkatkan mitigasi bencana dan pengurangan risiko bencana, dan lainnya. Jadi bukan darurat saja tapi juga pra bencana dan pascabencana.

“Semoga bencana dapat diatasi dengan lebih baik. Masyarakat makin tangguh menghadapi bencana,” pungkasnya.

Seperti diberitakan bahwa orang yang disebut-sebut akan mengisi jabatan Kepala BNPB adalah Letjen TNI Doni Monardo.

“Iya benar, jam 9 pagi ada pelantikan Kepala BNPB di Istana,” ujar Juru Bicara Presiden Johan Budi seperti dikutip kumparan, Selasa (1/1).

“Pak Doni yang menjadi Kepala BNPB,” tambahnya.

Doni saat ini menjabat sebagai Sekjen Dewan Ketahanan Nasional (Wantanas). Sebelumnya, Doni juga pernah menjabat sebagai Pangdam Pattimura, Pangdam Siliwangi, Danpaspampres, dan Danjen Koppasus.

Willem menjabat sebagai Kepala BNPB sejak 7 September 2015 dan harus mengakhiri jabatannya pada 2 Januari 2019. (Very)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *