Erwin Ricardo Silalahi: Menjadi Legislator adalah Panggilan Idealisme

Erwin Ricardo, Caleg DPR RI Partai Golkar nomor urut 2 Dapil DKI Jakarta 1 (Jakarta Timur).

Jakarta  (bersih.id) – Menjadi legislator atau wakil rakyat sejatinya merupakan panggilan idealisme dalam menjawab  aspirasi masyarakat yang terus berkembang sesuai dengan perubahan zaman. Seseorang yang telah memutuskan maju dalam kontestasi pemilihan legislatif, hendaknya selalu mampu menyatu dengan denyut nadi kehidupan masyarakat, semenjak masa kontestasi caleg hingga masa akhir jabatan sebagai legislator setelah terpilih.

Hal tersebut disampaikan Erwin Ricardo Silalahi, Caleg DPR RI Partai Golkar nomor urut 2 Dapil DKI Jakarta 1 (Jakarta Timur), Sabtu siang (27/10/2018) dalam acara Temu Forum Erwin Sahabatku. Acara yang digelar di sebuah rumah makan di bilangan Cawang, Jakarta Timur itu berlangsung dalam suasana dialogis yang produktif, dipandu Elfrans Golkari, Ketua Biro Pengabdian Masyarakat Partai Golkar DKI Jakarta.

Dalam acara tersebut, Wakil Sekjen DPP Partai Golkar, Viktus Murin turut hadir untuk memberikan testimoni atau kesaksian mengenai figur Erwin Ricardo kepada audiens. Hadir pula Mikael Mali, kader SOKSI yang juga Caleg DPRD DKI Partai Golkar nomor urut 7 Dapil Jakarta Utara-2 (Koja, Cilincing, Kelapa Gading, dan Kepulauan Seribu). Pertemuan itu dihadiri oleh pentolan tokoh-tokoh informal dari tingkat basis di 65 kelurahan dan 10 kecamatan di Jakarta Timur. Mereka berasal dari lintas etnik, lintas iman, dan lintas profesi.

Viktus Murin, Wakil Sekjen DPP Partai Golkar memberikan testimoni mengenai sosok Erwin Ricardo

Saat memaparkan saripati visi dan misinya, Erwin Ricardo yang juga Wakil Ketua Umum Depinas SOKSI ini mengatakan, seorang caleg harus sudah memiliki pemahaman yang tuntas mengenai tiga fungsi DPR yakni fungsi legislasi, fungsi budgeting, dan fungsi pengawasan dalam kemitraannya dengan pihak eksekutif atau pemerintah. Ketiga fungsi DPR tersebut, lanjut dia, hendaknya dimulai dari tahapan menyerap aspirasi rakyat sebagai manifestasi dari kepentingan publik, untuk selanjutnya mengagregasi kepentingan tersebut ke ranah kebijakan publik melalui pembahasan kebijakan bersama-sama dengan pemerintah.

“Itu berarti, menjadi legislator merupakan janji suci untuk menjadi pengabdi sekaligus pelayan rakyat,” tandas Erwin Ricardo, yang sudah sekitar 30 tahun berkiprah sebagai aktvisi Partai Golkar.  Sebelum masuk secara resmi ke Golkar pada periode 1980-an, Erwin Ricardo telah berkiprah di sejumlah aktivis organisasi kepemudaan. Dia pun menjadi bagian dari tokoh-tokoh DPP KNPI pada era awal reformasi.

“Menjadi legislator, secara filosofis merupakan ikhtiar untuk merawat kebersamaan dengan rakyat. Oleh karenanya, apabila seorang caleg sudah terpilih menjadi wakil rakyat, maka dia harus mampu menjaga koneksivitas relasionalnya dengan rakyat yang menjadi basis konstituennya.  Sebab, seorang wakil rakyat tidak boleh melukai rakyat, sebab rakyatlah yang memberikan mandat kepadanya untuk mewakili kedaulatan rakyat di parlemen,” tegas  Erwin Ricardo yang juga aktif menulis artikel politik di Kompasiana.

Konsistensi untuk merawat martabat kemanusiaan itu harus dimulai pada tahapan kontestasi caleg. Seorang caleg yang matang harus mampu memosisikan rakyat sebagai subjek dan tujuan utama pengabdiannya. “Rakyat bukanlah komoditas politik sehingga tidak boleh didekati dengan cara merendahkan martabat rakyat hanya sekedar sebagai komoditas ekonomi belaka,” ujar Erwin Ricardo.

 Sosok Pluralis yang Tuntas

            Sementara itu, Wakil Sekjen DPP Partai Golkar, Viktus Murin yang diundang hadir dalam acara tersebut mengungkapkan testimoninya mengenai sosok Erwin Ricardo. Mantan Sekjen Presidium GMNI pada periode awal reformasi ini,  mengaku mengenal Erwin Ricardo sejak belasan tahun yang lalu, saat masih sama-sama berkiprah di dunia pergerakan kepemudaan. “Beliau senior saya, baik di dunia pergerakan kepemudaan, maupun dalam berkiprah di Partai Golkar, termasuk di lingkungan DPP AMPI dan Depinas SOKSI. Saya kenal figur beliau sebagai sosok pluralis yang tuntas dalam hal paham kebangsaan.

 

Sesi Pose Bersama #Erwin Sahabatku

 

Viktus Murin yang juga Sekretaris Badan Kajian Strategis dan Intelijen (Bakastratel) DPP Partai Golkar itu menilai Erwin Ricardo juga adalah politisi yang konsisten memperjuangkan idealisme berbasiskan pada ideologi karya-kekaryaan Golkar.  “Apabila warga Jakarta Timur memilih Erwin Ricardo sebagai wakil rakyatnya di DPR RI nanti, maka pilihan itu saya pandang tepat. Sebab, Erwin Ricardo adalah sosok pluralis yang tuntas pemahaman dan tindakan kebangsaannya,” tegas Viktus Murin yang pernah menjadi wartawan Pos Kupang di Kupang-NTT pada era awal 1990-an.

Seusai testimoni dari Wakil Sekjen DPP Partai Golkar Viktus Murin, kader-kader Golkar yang menjadi ujung tombak perjuangan di wilayah Jakarta Timur, memberikan masukan dan atau saran  untuk penguatan strategi penggalangan dan pemenangan Erwin Ricardo di Dapil Jakarta Timur.

 

***

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *