Kemendikbud – PSSI Gelar Semiloka Kepelatihan Sepakbola Tingkat SD

Kemendikbud melalui Direktorat Pembinaan SD, Direkorat Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah, bekerja sama dengan PSSI menggelar Semiloka Kepelatihan Sepakbola tingkat SD tahun 2018. Kegiatan ini mengambil tempat di National Youth Training Center (NYTC) PSSI, Sawangan, Depok, Jawa Barat.

JAKARTA (bersih.id) — Dalam rangka percepatan pembangunan sepakbola nasional di tingkat Sekolah Dasar (SD), Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) melalui Direktorat Pembinaan SD, Direkorat Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah, bekerja sama dengan Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI) menggelar Semiloka Kepelatihan Sepakbola tingkat SD tahun 2018. Kegiatan ini mengambil tempat  di National Youth Training Center (NYTC) PSSI, Sawangan, Depok, Jawa Barat.

Sebanyak 55 guru Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan (PJOK) SD dari kabupaten/kota se-Indonesia, merupakan angkatan pertama, akan mengikuti pelatihan pada tanggal 8 s.d. 16 Oktober 2018. Adapun angkatan kedua, diikuti 55 guru PJOK, diselenggarakan pada 22 s.d. 30 Oktober 2018.

Siaran pers yang diterima redaksi bersih.id dari Biro Komunikasi dan Layanan Masyarakat Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan menguraikan direktur Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah, Hamid Muhammad, berharap agar peserta semiloka fokus dalam membina dan mengembangkan olaraga sepakbola di sekolahnya.

“Saya minta guru-guru yang dilatih pada tahun ini, harus membentuk klub sepakbola di sekolahnya masing-masing, dan mereka terus menerus dilatih sampai jadi,” pesan Hamid sesaat sebelum membuka pelatihan ini, di lapangan NYTC PSSI, Sawangan, Depok.

Pada saat klubnya sudah jadi, Hamid menambahkan agar Direktorat Pembinaan SD memberi tugas kepada peserta untuk membina lima sekolah lain di sekitarnya.

“Kalau ada 100 guru yang dilatih tahun ini kemudian disebarkan kepada minimal 5 SD di sekitarnya, paling tidak ada tambahan 500 lagi. Ini dalam rangka percepatan,” ujarnya.

Selain itu, Hamid juga berpesan kepada guru PJOK yang hadir untuk menggalakkan kembali senam jasmani di sekolah yang digelar setiap hari Jumat.

“Dulu itu, setiap Jumat selalu ada olahraga senam, suaranya itu masih terngiang terus. Kalau 44 persen anak-anak itu tidak bugar, itu artinya anak-anak itu ada yang salah,” ungkap Hamid.

Di akhir sambutannya, Hamid berpesan, selain untuk sungguh-sungguh mengikuti semiloka ini juga agar setelah kembali ke sekolahnya para guru dapat merencanakan apa yang akan dilakukan di sekolahnya masing-masing.

“Saya harapkan guru-guru yang mengikuti semiloka kepelatihan sepakbola ini, betul-betul bisa menekuni. Mudah-mudahan nanti olahraga sepakbola ini bisa bangkit dengan bangkitnya klub-klub sepakbola di SD yang kita harapkan bisa tumbuh dengan baik ke depan,” kata Hamid mengakhiri sambutannya.

Turut hadir dalam acara pembukaan semiloka kepelatihan sepakbola tingkat SD ini Sekretaris Jenderal PSSI, Ratu Tisha Destria, yang juga ikut menggagas kegiatan ini. Dalam sambutannya, Ratu Tisha menyampaikan dengan menggandeng Kemendikbud, PSSI saat ini hanya ingin fokus pada pendidikan pelatihan sepakbola termasuk pendidikan karakter yang akan diterapkan.

“Sepakbola rasanya terlalu besar untuk PSSI kelola sendirian. Sepakbola tidak hanya sekedar permainan tetapi disitu bisa mencerminkan seperti apa manusia Indonesia sesungguhnya, seperti apa sikap sportivitas, respek, disiplin manusia Indonesia. Harapan itu tercermin dalam sepakbola yang baik,” ungkap Ratu Tisha.

Dengan 110 peserta dari berbagai zona yang dilatih pada Oktober ini, Direktorat Pembinaan SD secara bertahap sudah mulai merintis untuk memiliki pelatih-pelatih sepakbola di 2.758 zona. Pelatih-pelatih ini berasal dari guru PJOK berlisensi D. Sehingga harapan untuk memiliki pemain sepakbola yang handal akan tumbuh di masa yang akan datang. (*/)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *