Lantaran Seekor Sapi Diusir, Warga Kupang Bentrok 1 Nyawa Melayang

Lokasi bentrokan yang masih dijaga aparat kepolisian (Foto: Pos Kupang)

KUPANG – Telah terjadi bentrokan antara warga di Kecamatan Kupang Tengah, Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT). Bentrokan yang terjadi antara warga Desa Tanah Merah dan Desa Oebelo gara-gara pengusiran seekor sapi itu telah memakan korban jiwa. Seorang pemuda berinisial AC (18) asal Desa Oebelo, meninggal di tempat. Sementara itu, 8 orang korban luka-luka saat ini menjalani perawatan medis di Rumah Sakit Leona dan Rumah Sakit Umum Daerah Naibonat. Korban yang luka tersebut, lanjut Simon, empat orang dari Desa Tanah Merah dan empat lainnya dari Desa Oebelo.

Kasubag Humas Polres Kupang Iptu Simon Seran sebagaimana dikutip Kompas.com (24/8/2018)  mengatakan, korban yang meninggal dunia  sempat dibawa ke RSUD Naibonat dan hendak dilakukan otopsi di RS Bhayangkara Kupang, untuk mengetahui penyebab kematian korban, namun ditolak oleh keluarga korban.

Bentrokan antara kedua warga tersebut sudah sering terjadi, akibat adanya rasa dendam pada persoalan dimasa lalu yang pernah terjadi. Jika kasus tersebut tidak diselesaikan secara tuntas hal ini akan berpotensi terjadinya konflik sosial yang serupa di kemudian hari.

“Karena itu, perlu dilakukan mediasi dengan melibatkan pihak pemerintah desa, kecamatan, tokoh agama, maupun tokoh masyarakat dari kedua belah pihak untuk mencegah timbulnya permasalahan baru,” ucapnya.

Sebelumnya, Kabid Humas Polda NTT Kombes Jules Abraham Abast mengatakan, bentrokan tersebut berlangsung pada Kamis (23/8/2018) sore. “Bentrokan berlangsung sekitar pukul 16.00 Wita, antara warga Desa Tanah Merah,”ungkap Jules. Akibat bentrokan itu lanjut Jules, seorang pemuda berinisial AC (18), meninggal di tempat.

Peristiwa itu bermula ketika seorang warga berinisial DM menggembalakan ternak sapinya di areal sawah Desa Tanah Merah. Saat sedang menggembala sapi, datanglah sekelompok pemuda dan mengusir sapi milik DM. Melihat itu, DM pun menegur. Namun teguran itu membuat kelompok pemuda itu tersinggung, sehingga mengeroyok DM hingga terluka. Setelah itu, DM lalu memberitahukan kepada keluarga dan kerabat serta kenalannya. Karena terpancing emosi, warga kedua kelompok pun terlibat bentrokan.

“Bentrokan pun berhasil diredakan oleh aparat keamanan dari kepolisian, Brimob dan dibantu oleh TNI,”imbuhnya. (KPS/BID)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *