Herman YL Wutun: Induk KUD Pelaku Strategis Perekonomian Nasional

Ketua Umum InKUD, Herman YL Wutun (Foto: Bersih.id)

JAKARTA – Ketua Umum InKUD (Induk Koperasi Unit Desa), Herman YL Wutun menegaskan, visi besar kehadiran Induk KUD dan jaringannya di seluruh Indonesia, adalah menjadi bagian strategis dari kekuatan pelaku ekonomi yang terpercaya dalam meningkatkan kemajuan perekonomian nasional dan dinamika perekonomian global.

Penegasan tersebut disampaikan Herman Wutun saat menerima audiensi Pimpinan Redaksi Bersih.Id baru-baru ini di Kantor InKUD, Jalan Buncit Raya, Mampang-Jakarta. Dalam kesempatan itu, Herman Wutun yang baru saja terpilih sebagai Ketua Umum INKUD untuk periode keempat (2018-2023), memaparkan sejumlah rencana penguatan ekonomi kerakyatan yang akan digerakkan dan dimediasi melalui InKUD.

Menurut Herman Wutun, dalam hal menderivasi visi besar tersebut, InKUD telah menetapkan misi utamanya yakni memberikan hasil yang optimal kepada seluruh anggotanya melalui kegiatan usaha yang saling terkait atau sinergis. Visi dan misi InKUD dijabarkan dalam beberapa butir Program Strategis Pemberdayaan Ekonomi Rakyat berbasiskan pada koperasi atau KUD yang terfokus pada bidang pertanian dan peternakan, perikanan dan kelautan, kehutanan,  pertambangan, dan pariwisata.

Herman Wutun menjelaskan, secara eksistensial, InKUD merupakan Koperasi Sekunder tingkat nasional yang berkedudukan di Jakarta yang memiliki jaringan yang sangat luas sampai ke seluruh pelosok tanah air. InKUD saat ini memiliki 29 Pusat KUD di tingkat provinsi, 1 Pusat Koperasi Serba Usaha, dan 1 Pusat Koperasi Pedagang Pasar di DKI Jakarta, serta 9.437 KUD di tingkat kecamatan dengan 13,4 juta kepala keluarga yang berprofesi petani dan nelayan.

Tokoh koperasi kelahiran Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur ini memaparkan, selama kepemimpinannya di InKUD, telah dilakukan beberapa terobosan pelaksanaan program ekonomi kerakyatan dengan hasil yang prospektif, diantaranya budidaya singkong dan pembangunan pabrik pengolahan tepung singkong yang sudah dimulai di Bangka Selatan, Porvinsi Bangka-Belitung; pmbangunan pabrik kelapa sawit mini yang ramah lingkungan dengan kapasitas 5 ton per jam atau 120 ton per hari dan Biomass Power Plant di Provinsi Jambi;  Pengadaan kapal nelayan berkapasitas 3 GT dan kapal kolekting 30 GT di Maluku Utara; Eco-budidaya perikanan berupa tambak udang di Provinsi Yogyakarta;  serta Perdagangan buah dan sayur mayur di Kecamatan Tanjung Sari, Provinsi Jawa Barat, serta pembangunan pabrik pengolahan beras di daerah-daerah pusat produksi gabah.

Ketua Umum InKUD, Herman YL Wutun saat berdiskusi dengan Tim Redaksi Bersih.Id, baru-baru ini di Kantor Pusat InKUD, Jalan Buncit Raya, Mampang-Jakarta. (Foto: Bersih.id)

Saat ini, ungkap Herman Wutun, InKUD sudah memiliki sistem informasi digital untuk menjamin transparansi dan efisiensi dalam mengelola semua sumberdaya yang dimiliki  anggota serta  kerjasama dengan para investor. Dalam rangka kerjasama dengan investor dari negara-negara sahabat, lanjut Herman Wutun, maka InKUD telah membuka Kantor Perwakilan di Taipei yang tugas pokoknya adalah memperkenalkan jaringan InKUD kepada calon mitra bisnis di berbagai negara. Sekjen InKUD Urusan Luar Negeri dijabat oleh Wu Jui Lang atau David Wu. “Selain di Taipei, hingga kini InKUD juga sudah memiliki kantor perwakilan di Jepang, Korea Selatan, China, Malaysia, dan Portugal,” tegas Herman Wutun yang pernah menjadi Anggota MPR RI Fraksi Utusan Daerah periode 1999-2004.

Menutup wawancara dan diskusi terbatas dengan Bersih.Id, Herman Wutun menyampaikan sebuah pesan filosofis, bahwa “Jangan takut membuat para petani dan nelayan menjadi orang kaya, karena kita  tidak mungkin jatuh miskin dengan membuat petani dan nelayan menjadi kaya, bahkan kita justru akan menjadi lebih kaya. “Sebab, saat mereka, para petani dan nelayan mengalami peningkatan daya beli dan derajat kesejahteraannya, mereka juga pasti memohon doa kepada Tuhan untuk kesejahteraan kita”, pungkas Herman Wutun. (Tim Redaksi)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *