Jokowi Umumkan Memilih KH. Ma’ruf Amin sebagai Cawapres-nya

KH. Ma’ruf Amin, Calon Wakil Presiden Berpasangan dengan Jokowi

JAKARTA (bersih.id) — Presiden Joko Widodo atau Jokowi, sebabagai calon presiden incumbent untuk periode 2019-2014, secara resmi mengumumkan KH. Ma’ruf Amin menjadi calon wakil presidennya. KH. Maruf Amin saat ini menjabat sebagai Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI). Pengumuman itu dilakukan Jokowi setelah melakukan pertemuan dengan 9 Parpol pendukungnya di Restoran Plataran Menteng, Jakarta pada Kamis, 9/8/2018.

“Dengan perenungan yang mendalam dan masukan saran dari seluruh elemen masyarakat saya memutuskan dan telah mendapatkan keputusan dari Koalisi Indonesia Kerja yang akan mendampingi saya sebagai calon wakil presiden adalah Prof. Dr. KH. Ma’ruf Amin,” ujar Jokowi di Restoran Plataran Menteng, Jakarta pada Kamis, 9 Agustus 2018.

Sebelumnya, KH Ma’ruf Amin telah menyatakan siap menjadi calon wakil presiden mendampingi Jokowi di Pilpres 2019 mendatang. Hal tersebut diungkapkan Ma’ruf menanggapi isu yang semakin menguat bahwa namanya masuk dalam daftar kandidat cawapres Jokowi.

“Kalau untuk negara saya siap, kalau untuk pribadi sejujurnya saya ini kiai saja sudah cukup. Tapi kalau negara dan bangsa memerlukan, saya bersedia”, ujarnya lewat keterangannya pada Jumat, 20/7 2018 lalu.

Adapun Jokowi rencananya akan mendaftarkan diri bersama KH. Ma’ruf Amin sebagai calon presiden dan calon wakil presiden pada esok hari, Jumat, 10 Agustus 2018 ke KPU RI.

Keputusan sangat berbeda dengan rumor yang beredar sejak beberapa hari belakangan hingga satu jam sebelumnya bahwa Jokowi bakal menggandeng mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Mahfud MD. Ternyata keputusan itu berubah tiba-tiba, pada last minute.

Terpisah Ketua Umum PPP Romahurmuziy mengungkapkan salah satu alasan Maruf Amin dipilih karena dia salah satu alternatif tokoh yang mendapat respositif. Bahkan dia adalah petinggi ormas Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU).

“KH Maruf Amin (KHA) menjadi salah satu alternatif yg menjebatani seluruh interst group. Beberapa alasan, pertama, pemimpin tertinggi ormas Islam moderat terbesar di Indonesia, yaitu Nahdlatululama karena menjabat sebagai Rais Aam,” kata Rommy dalam akun Twitter miliknya.

 

Perpaduan Nasionalis-Religius

Ada beberapa alasan mantan gubernur DKI Jakarta itu menujuk kiai yang kini sudah berumur 75 tahun. Diungkapkan Jokowi, alasan dirinya memilih Rais Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) itu karena dia adalah tokoh agama dengan segudang pengalaman di pemerintahan dan juga sebagai pernah menjadi anggota dewan.

“Ma’ruf Amin lahir di Tangerang, 11 Maret 1943, adalah sosok utuh sebagai tokoh agama yang bijaksana. Pernah duduk di legislator sebagai anggota DPRD, DPR, MPR dan Wantimpres, Rais Aamm PBNU, dan juga Ketua MUI, juga saat ini menjabat sebagai dewan pengarah Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP),” ujar Jokowi.

Jokowi juga mengatakan, sosok dirinya dan Ma’ruf Amin adalah perpaduan nasionalis dan religius. Sehingga target merebut hati rakyat Indonesia sebanyak-banyaknya bakal ia lakukan. “Kami saling melengkapi nasionalis-religius, (targetnya) seluruh rakyat Indonesi‎a dari Sabang sampai Merauke,” kata Jokowi.

Jokowi mengaku dalam memilih Ma’ruf Amin sudah melalui proses yang panjang. Misalnya, meminta masukan dari elemen masyarakat dan dari partai-partai koalisi pendukungnya di Pilpres 2019 mendatang.

Selanjutnya pada Jumat (9/8) besok, Jokowi bersama dengan Ma’ruf Amin berkunjung ke Komisi Pemilihan Umum (KPU) untuk mendaftarkan capres dan cawapres. “Jam 09.00 WIB akan daftarkan ke KPU, berangkat dari Gedung Joang 45 menuju ke KPU beserta para ketum, sekjen, dan seluruh relawan,” tegasnya.(*/*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *