Satelit Merah Putih dan Legitnya Bisnis IT di Masa Depan

Menteri BUMN Rini Soemarno bersama Jajaran Berpose di Depan Satelit Merah Putih Sebelum Diluncurkan ke Angkasa di Cape Canaveral, AS

JAKARTA (bersih.id) — Indonesia melalui PT. Telkom, kini memiliki Satelit baru dengan nama Satelit Merah Putih. Sukses diluncurkan tepat pukul 1.18 waktu Amerika Serikat atau 12.18 WIB. Ditempatkan di lokasi 108 bujur timur, satelit ini memiliki masa operasi sampai 16 tahun dan akan menggantikan satelit Telkom 1 yang masa aktifnya masih bertahan sampai 2022.

Sukses meluncur di Cape Canaveral, satelit berbobot 5,8 ton ini akan menempati slot orbit 108 derajat Bujur Timur BT atau di atas wilayah sekitar Selat Karimata. Satelit Merah Putih diharapkan sudah dapat mengorbit pada minggu ketiga September 2018 dan dioperasikan penuh. Sehingga Telkom bisa lebih leluasa memicu bisnis di kawasan regional.

Satelit Merah Putih memiliki kapasitas 60 active transponders, terdiri dari 24 Standard C-Band dan 12 Extended C-Band yang menjangkau Asia Tenggara serta 24 Standard C-band yang menjangkau Asia Selatan. Kehadiran satelit Merah Putih akan melengkapi dua satelit Telkom lainnya yang masih aktif beroperasi, yaitu Telkom 2 dan Telkom 3S. Satelit Merah Putih akan menambah jumlah transponder milik Telkom dari 73 menjadi 133 transponder.

Dengan keberhasilan peluncuran Satelit Merah Putih ini Telkom mengharapkan dapat memenuhi demand transponder nasional. Pasalnya, satelit merupakan infrastruktur komplemen yang dibutuhkan untuk menjangkau wilayah-wilayah dengan karakteristik topografi negara kepulauan seperti Indonesia. Peran satelit akan sangat menentukan bagi masa depan bangsa ini. Satelit Merah Putih akan berperan penting dalam menghadirkan layanan komunikasi broadband di area-area yang tidak dapat dijangkau oleh teknologi fiber optic maupun sistem komunikasi lainnya, khususnya di wilayah terdepan, terluar, dan tertinggal (3T).

Selain untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri, Satelit Merah Putih juga menjadi senjata Telkom untuk memperkukuh bisnisnya di mancanegara. Satelit itu, yang dibuat perusahaan SSL, memang memiliki kapasitas transponder besar yang dapat menjangkau sampai kawasan Asia Selatan.

Kapasitasnya di antara 9 satelit Telkom sebelumnya, ini adalah yang terbesar dengan 60 transponder. Coverage-nya selain Indonesia, juga seluruh Asia Tenggara, plus Asia Selatan, India, Bangladesh, Sri Lanka,” sebut Direktur Utama Telkomsel, Alex J. Sinaga di Orlando, Amerika Serikat seperti dikutip media.

“Telkom Indonesia bisa lebih leluasa untuk menjadi pemain regional di bidang satelit. Satelit yang kita maksud lengkap, baik`upstreamnya yaitu satelit dengan transpondernya, maupun downstreamnya,” tandas Alex.

Ia melanjutkan bahwa Telkom tengah melakukan proses konsolidasi seluruh bisnis satelit yang berada di bawah induk Telkom Grup. Bisnis satelit Telkom saat ini dikendalikan oleh tiga perusahaan yaitu PT Telkom, Metrasat, dan Patrakom. “Kita sudah selesai pada tahapan mengubah namanya Petrakom jadi Telkom Satelit Indonesia, nanti seluruhnya akan di-handle oleh Telkom Satelit Indonesia termasuk Telkom Merah Putih,” sebut Alex.

Konsolidasi tersebut pun diharapkan mampu membuat Telkom Indonesia jadi pemain regional di bidang satelit yang kuat, didukung kepemilikan lini bisnis satelit yang lengkap. Yakni layanan upstream seperti satelit serta transpondernya dan layanan downstream seperti Viasat atau menyediakan koneksi ke kawasan terpencil di Indonesia. Dengan semua amunisi tersebut, Alex pun berambisi agar Telkom masuk menjadi nomor 3 dalam bisnis satelit regional.

“Cita cita kita minimal 5 tahun ke depan kita akan menjadi pemain regional nomor 3. Kita akan terus mengembangkan dan mencari peluang kerja sama khususnya untuk slot sehingga kita bisa menambah satelit kita dengan kapasitas lebih besar,” tutur Alex.

Di Jakarta, meski baru saja meluncur ke angkasa dari Cape Canaveral, Florida, Amerika Serikat, rupaya transponder satelit Merah Putih milik Telkom itu sudah laris dipesan. Direktur Human Capital Management Herdy R Harman menjelaskan, 18 dari 60 transponder satelit Merah Putih sudah dipesan berbagai perusahaan. “Dari 60 transponder, sudah terisi 18. Siapa saja? Macam-macam. Mulai dari sektor perbankan, consumer, operator, dan semuanya. Kita mencoba mendigitalisasi Indonesia hingga pelosok negeri,” kata Herdy di gedung Telkom Landmark Tower, Jakarta.
Kehadiran Satelit Merah Putih akan memperkuat bisnis satelit TelkomGroup. “Satelit Merah Putih adalah satelit dengan kapasitas terbesar dan terluas,” ucap Herdy. (*/)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *