Anjab dan ABK Lebih Akurat Tentukan Kebutuhan Pegawai

PANDEGLANG – Bagian Organisasi Setda Kabupaten Pandeglang menggelar Rapat Koordinasi penyusunan Analisis jabatan dan analisis beban kerja perangkat daerah yang dilaksanakan di Hotel S’Rizki, Selasa (17/4).
Sekretaris daerah Pery Hasanudin secara resmi membuka kegiatan itu dengan dihadiri oleh Kepala BKD Ali Fahmi Sumanta, Kepala Bagian Organisasi Setda Wawan Hermawan, para Sekretaris, serta para Kasubbag Umum dan kepegawaian pada tiap OPD.

Dalam kesempatan tersebut Sekretaris daerah Pery Hasanudin mengatakan dalam penyusunan analisis jabatan dan beban kerja ini merupakan suatu kewajiban yang harus dikerjakan tiap OPD, dengan penyusunan Anjab dan ABK, pemetaan dari seluruh aparatur dalam struktur organisasi birokrasi dapat kita ketahui secara lengkap, “Oleh karena itu Anjab dan ABK harus dilakukan secara teliti sehingga akan menghasilkan informasi jabatan yang akurat, kemudian dijadikan bahan untuk perekrutan jumlah kebutuhan pegawai, evaluasi jabatan dan penyempurnaan fungsi setiap jabatan,” katanya.

Lebih lanjut Pery mengatakan penyusunan Anjab dan ABK ini akan terus dievaluasi, terkait kebutuhan pegawai, kinerja pegawai, dengan demikian kebutuhan pegawai disetiap organisasi perangkat daerah akan jelas jumlahnya dan fungsinya.  “Hal tersebut dilakukan agar tata kelola pemerintahan berjalan dengan baik,” tuturnya.

Pery mengharapkan, melalui rakor ini seluruh OPD segera membuat uraian analisa jabatan dan beban kerja sesuai daftar isian dengan data yang valid, hasil dari analisis jabatan dan beban kerja ini akan segera dilaporkan kepada Kemenpan RB.

“Agar menjadi pijakan awal bagi kepeluan penataan pegawai, sehingga penyusunan analisis jabatan dan beban kerja ada suatu kepastian yang jelas dalam penyusunanya,’ tutupnya.

Sementara itu Kepala Bagian Organisasi Setda Wawan Hermawan mengatakan Rakor ini bertujuan agar seluruh OPD menyusun analisis jabatan dan analisis beban kerja. Ini dimaksudkan untuk mendapatkan data jabatan yang akan diolah menjadi informasi jabatan sebagai bahan pengambilan kebijakan dibidang organisasi dan tatalaksana pemerintahan. Sedangkan analisis beban kerja ditujukan untuk menghitung beban kerja bagi pemangku jabatan secara efesien dan efektif. (Naskah dan Foto: M. Rohim)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *